PSS Sleman mulai mencatatkan performa impresif dalam tiga pertandingan terakhir. Pelatih Super Elang Jawa (Elja), Pieter Huistra, menyebut jeda internasional FIFA Matchday jadi faktor penting kebangkitan timnya.
Diketahui, PSS menang 3-0 atas PSM Makassar (11/10), berhasil menang imbang Persebaya 2-2 di Surabaya (18/10), sebelum kalah di markas Persik Kediri 1-2 (22/10). Sementara saat awal musim, Riko Simanjuntak cs kalah tiga laga beruntun.
Dilansir situs resmi klub, Huistra mengatakan persiapan PSS selama pramusim tidak berjalan ideal. Ia menyoroti problem terkait kontrak pemain yang dianggapnya memengaruhi persiapan tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menjalani pramusim yang sulit karena ada beberapa persoalan terkait kontrak pemain. Persiapan kami tidak berjalan ideal. Namun, kami tahu bahwa para pemain yang kami miliki cukup bagus untuk bersaing bersama PSS di kompetisi ini dan menghadapi setiap tim," ujarnya di Ruang Media Stadion Brawijaya, Kamis (22/10/2026) sore waktu setempat.
Pelatih asal Belanda tersebut melanjutkan, FIFA Matchday yang berlangsung sekitar tiga pekan memberi ruang bagi tim untuk menjalani persiapan yang lebih terstruktur. Selama tiga pekan, penggawa Super Elja menjalani latihan berintensitas tinggi sekaligus membangun lagi pemahaman terhadap skema yang ingin diterapkan.
"Jeda internasional FIFA sangat penting bagi kami. Selama tiga pekan, kami menjalani latihan dengan intensitas tinggi dan setiap pemain memiliki kesempatan untuk memulai kembali dari awal. Dalam banyak hal, periode tersebut menjadi pramusim bagi kami," jelasnya.
Huistra menilai, Riko Simanjuntak dan kolega makin mendekati karakter permainan yang dia inginkan. Perkembangan ini juga tercermin dari kemampuan tim menjaga konsistensi permainan saat terjadi pergantian pemain.
"Setelah itu, permainan kami mulai membaik dan kondisi fisik para pemain juga semakin meningkat. Semua pemain mulai memahami bagaimana kami ingin bermain. Sekarang, perlahan-lahan, saya mulai melihat tim seperti yang saya bayangkan," tuturnya.
Selain kebugaran dan pemahaman taktik, Huistra juga menyoroti status PSS Sleman sebagai tim promosi saat menghadapi persaingan di Super League. Ia menjelaskan, perbedaan kualitas dan kuota pemain asing juga menjadi faktor perlunya tambahan adaptasi.
"Ketika sebuah tim promosi ke Super League, salah satu perbedaan terbesar terletak pada kualitas dan jumlah pemain asing. Di Championship, setiap tim diperbolehkan memiliki tiga pemain asing. Karena itu, menemukan pemain yang tepat serta memiliki visi yang jelas tentang bagaimana tim ingin bermain menjadi faktor penting. Hal tersebut membuat proses adaptasi menjadi lebih sulit bagi semua tim promosi," pungkasnya.
