PSIM Jogja menelan kekalahan dari Madura United dengan skor 1-2. Pelatih PSIM Jogja, Van Gastel, mengungkap penyebab timnya gagal mempertahankan keunggulan dan akhirnya terkena comeback.
Laga antara Madura United vs PSIM Jogja digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9/2026) malam. PSIM awalnya unggul lewat gol Nermin Haljeta di babak pertama. Di babak kedua, tuan rumah unggul dua gol lewat Jorge Mendonca dan Gali Freitas.
"Kami seharusnya bisa menentukan hasil pertandingan ini di babak pertama karena saya pikir kami menciptakan beberapa peluang yang seharusnya membuat kami bisa masuk ruang ganti dengan skor 0-3," kata Van Gastel dalam keterangan suara yang diterima detikJogja, Jumat (18/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PSIM Jogja juga sempat mencetak gol yang kemudian dianulir. Situasi tersebut membuat Van Gastel mempertanyakan keputusan wasit karena pertandingan sempat dilanjutkan sebelum kembali dihentikan untuk pengecekan VAR.
"Yang aneh adalah wasit melanjutkan pertandingan, kemudian Madura melakukan kick-off karena gol tersebut sudah dinyatakan sah oleh wasit. Setelah itu, wasit kembali menghentikan pertandingan. Bagi saya, pertanyaannya adalah apa aturannya? Karena bagi saya situasinya sangat membingungkan," ujarnya.
PSIM Jogja akhirnya menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Namun, permainan berubah pada babak kedua. Menurut Van Gastel, Madura United tampil lebih agresif dan memberikan tekanan lebih besar. Di sisi lain, PSIM justru melakukan sejumlah kesalahan teknis yang tidak banyak terjadi pada babak pertama.
"Di babak kedua, kami memulai dengan cukup baik. Jelas Madura memberikan tekanan dan bermain sedikit lebih agresif. Kemudian, pada akhirnya, hal yang harus kami pelajari dengan sangat cepat adalah kami harus konsisten selama 90 menit," ucapnya.
"Kami membuat banyak kesalahan teknis yang tidak terlalu kami lakukan di babak pertama. Kami harus bisa kill pertandingan di babak pertama," sambungnya.
Van Gastel menilai kekalahan tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Menurutnya, PSIM setidaknya layak mendapatkan satu poin.
"Jadi sekali lagi, saya pikir kekalahan ini bukan hasil yang benar-benar menggambarkan jalannya pertandingan. Setidaknya hasil imbang seharusnya lebih adil. Tetapi seperti yang saya katakan, kami seharusnya bisa kill the game di babak pertama," tegasnya.
Sementara itu gelandang PSIM, Savio Sheva, berharap Laskar Mataram bisa meraih kemenangan di laga berikutnya.
"Pertama-tama selamat buat Madura di pertandingan hari ini mereka mendapatkan tiga poin. Tentu ini menjadi pelajaran buat kita ke depan. Semoga di pertandingan selanjutnya kita bisa tampil lebih baik lagi dan mendapat poin penuh," pungkasnya.
