Pelatih PSS soal Derby DIY: Rivalitas Tentu Ada, Tapi...

Tim detikJogja - detikJogja
Jumat, 18 Sep 2026 18:58 WIB
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (17/9/2026) Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Sleman -

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, memberikan pandangannya soal derby DIY antara timnya dengan PSIM Jogja. Huistra mengatakan rivalitas seharusnya berhenti pada persaingan membela tim, bukan melebar menjadi permusuhan.

"Menurut saya, itu sangat bagus. Pada akhirnya, ini semua tentang sepak bola, bukan tentang membuat masalah. Rivalitas dalam derby tentu ada, dan itu sesuatu yang wajar. Namun, yang terpenting adalah tetap mendukung tim dengan cara yang baik," tuturnya dikutip dari situs resmi klub, Jumat (18/9/2026).

Komentar Huistra disampaikan setelah suporter PSS dan PSIM bertemu di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (16/9). Pertemuan itu menghasilkan komitmen untuk menjaga kondusivitas saat Derby DIY.

Huistra tentu tidak asing dengan rivalitas atau derby. Semasa masih aktif bermain, dia pernah bergabung dengan klub Skotlandia Glasgow Rangers.

Di Glasgow, terdapat derby yang melegenda bernama Old Firm, mempertemukan Glasgow Rangers dan Glasgow Celtics.

Huistra menuturkan, dirinya tidak melihat rivalitas sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Justru, menurutnya, beda identitas, kebanggaan, dan dukungan terhadap klub masing-masing yang memberi warna pada rivalitas tersebut.

Meneer Belanda itu meminta supaya rivalitas itu bisa terekspresikan dengan positif.

"Sepak bola akan menjadi sesuatu yang baik jika kita menjalaninya dengan cara yang wajar. Tentu ada rivalitas, dan itu tidak masalah. Tetapi tetaplah mendukung tim. Menurut saya, itu jauh lebih penting daripada membuat keributan," ujarnya.

Berikut isi komitmen bersama untuk menjaga perdamaian saat derby DIY:

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

Pada hari ini, Rabu 16 September 2026 bertempat di Polda DIY, kami yang bertanda tangan di bawah ini atas nama Manajer Klub, MOC dan Ketua/Presiden/Pimpinan/Penanggung jawab suporter sepakbola di wilayah D.I. Yogyakarta, akan mensukseskan kompetisi Sepak Bola BRI Super League Tahun 2026/2027 dengan ini menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:
1. Kami Manajer Klub, MOC, Ketua Suporter akan menjunjung tinggi sportifitas olahraga sepak bola BRI Super League Tahun 2026/2027 di wilayah D.I. Yogyakarta.
2. Kami Manajer Klub, MOC, Ketua Suporter bersedia menerima atas pengalihan lokasi pertandingan apabila berdasarkan penilaian situasi dan kondisi keamanan pertandingan tidak memungkinkan dilaksanakan di lokasi yang telah ditentukan.
3. Kami Manajer Klub senantiasa memelihara situasi, mengendalikan pengurus, pemain dan massa suporter agar tetap mendukung terselenggaranya Kompetisi BRI Super League Tahun 2026/2027 yang aman dan tertib.
4. Kami MOC kompetisi pertandingan senantiasa melaksanakan koordinasi bersama Manajer Klub, para suporter dan aparat keamanan demi kelancaran pertandingan Kompetisi BRI Super League Tahun 2026/2027.
5. Kami suporter sepak bola di wilayah D.I. Yogyakarta Slemania, Brigata Curva Sud (BCS), Brajamusti, Mataram Independent (The Maident), menyatakan akan selalu:
a. Mentaati peraturan lalu lintas pada saat pemberangkatan suporter menuju stadion maupun sekembalinya (memakai helm, tidak boncengan 3 orang, knalpot sepeda motor tidak blombongan, tidak mengkonsumsi minuman keras, dan tidak membawa sajam serta barang berbahaya lainnya).
b. Senantiasa menjaga ketertiban berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan berlalu lintas bagi diri sendiri dan bagi pengguna jalan yang lain serta tidak membawa tongkat bendera dalam bentuk apapun (bambu, kayu, pipa pralon dan tiang pancing) pada saat berangkat menuju stadion maupun sekembalinya.
c. Tidak akan melakukan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya pertandingan sepak bola seperti menyalakan Flare, laser pena, kembang api, petasan, bom asap dan lain-lain.
d. Turut serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan pertandingan sepak bola baik di dalam maupun di luar stadion, serta tidak akan melakukan tindakan intimidasi dan provokasi terhadap berbagai pihak, baik sebelum, selama pertandingan maupun setelah pertandingan.
e. Tidak akan melakukan pengrusakan, penganiayaan, pembakaran, penghadangan, pelanggaran hukum serta tindak pidana lainnya terhadap rombongan pemain maupun suporter lawan.
f. Menghindari adanya berbagai tindakan provokasi maupun narasi negatif di media sosial untuk menciptakan suasana kondusif selama berlangsungnya Kompetisi BRI Super League Tahun 2026/2027.
g. Apabila terjadi permasalahan yang berakibat kerugian fisik maupun materiil yang disebabkan oleh suporter sepak bola, maka dari pihak Manajer Klub, Panitia Pelaksana dan Ketua Suporter sanggup mengganti kerugian tersebut.
h. Menghindari tindakan anarkis baik di dalam maupun di luar stadion yang mengakibatkan korban, pengurus akan menyerahkan sepenuhnya pelaku anarkis kepada proses hukum yang berlaku dan pengurus akan kooperatif membantu kepolisian.
i. Selalu tunduk dan patuh terhadap perundang-undangan yang berlaku, setelah membuat pernyataan sikap ini jika terjadi hal-hal yang melanggar hukum maka kami siap menerima sanksi hukum sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Demikian Kesepakatan Bersama ini dibuat secara sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun.



Simak Video "Menggelar Fashion Show Bersama Warga di Grojogan Kapuhan, Sleman"

(apu/dil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork