Pengalaman tak terlupakan dialami pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel jelang Super League 2026/2027 yang dimulai pekan depan. Sebelum tampil di kompetisi, ia sempat ziarah ke makam Raja Mataram hingga sowan ke Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X.
Diketahui, skuad PSIM melangsungkan agenda rutin tiap jelang kompetisi. Yakni ziarah ke makam raja-raja Mataram yang terletak di Imogiri dan Kotagede pada Rabu (26/8) lalu.
Bagi Van Gastel, ini merupakan pengalaman perdananya. Mengenakan setelah pakaian adat jawa dengan surjan, kain batik, hingga blangkon, pelatih asal Belanda itu mengaku kagum dengan budaya Jawa.
Tak hanya itu, dengan ziarah tersebut, Van Gastel juga mengaku turut belajar sejarah Kerajaan Mataram.
"Ini juga sangat menarik karena merupakan bagian dari budaya sekaligus bagian dari sejarah karena lokasinya berada di pemakaman Sultan Agung. Jadi, itu juga merupakan bagian dari sejarah Jogja. Ya, kota kita didirikan oleh salah satu Sultan," ucapnya.
Sehari setelahnya, tepatnya pada Kamis (27/8) pelatih yang pernah berseragam Timnas Belanda itu mendapat kesempatan untuk sowan ke Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Jogja. Baginya, pertemuan tersebut cukup istimewa.
"Merupakan suatu kehormatan bisa bertemu dengan Sultan. Jika di Belanda saya bisa bertemu dengan Raja kami, itu adalah kehormatan besar," terangnya.
"Sama halnya dengan bertemu figur seperti beliau di sini. Selain itu, saya sangat menyukai sejarah. Saya mendengar bahwa ayah beliau adalah salah satu pendiri PSIM dan asosiasi sepakbola," lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, Van Gastel mengaku menjadi tahu bahwa ada ikatan sejarah antara PSIM dan Keraton Jogja.
"Hal itu menciptakan warisan sejarah dari masa lalu yang masih ada hingga sekarang. Ini adalah sejarah yang saya sukai, dan bisa bertemu dengan beliau tentu sebuah kehormatan," pungkasnya.
Simak Video "Video Top 5: Dolly Parton-Yayoi Kusama Meninggal hingga Revaldo Narkoba Lagi"
(ahr/ahr)