Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyebut kunjungan Sri Sultan Hamengku Buwono X ke Kabupaten Sragen sangat monumental. Menurutnya, kehadiran Sultan meneguhkan hubungan sejarah dan ikatan batin antara Sragen dengan Jogja.
"Kami sangat senang dan bangga dengan rawuhnya Sri Sultan HB X ke Sragen. Kunjungan ini meneguhkan hubungan sejarah dan ikatan batin antara Sragen dan Yogyakarta," kata Sigit Pamungkas dalam keterangannya, Jumat (10/7/206).
Sigit menjelaskan pendiri Keraton Yogyakarta, yakni Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I, memulai perjuangannya di wilayah Sragen yang saat itu masih bernama Sukowati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari lahir Sragen merujuk pada pendirian pemerintahan perlawanan Pangeran Mangkubumi kepada Belanda di Sragen," ucapnya.
Ia pun bangga dan senang dengan kunjungan Sri Sultan HB X. Menurutnya, kunjungan itu sangat monumental dan masyarakat Sragen sangat antusias menyambut kedatangan tersebut.
"Kunjungan Sri Sultan HB X sangat monumental karena baru pertama kali dalam sejarah peringatan Hari Jadi Sragen dirawuhi Sultan yang bertakhta di Kasultanan Yogyakarta," ujarnya.
"Terlebih lagi, dalam kunjungan ini beliau berkenan napak tilas maqom-maqom atau tempat penting Pangeran Mangkubumi yang ada di Sragen," sambungnya.
Diketahui, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengunjungi sejumlah situs-situs bersejarah di Kabupaten Sragen yang berkaitan dengan Keraton Kasultanan Yogyakarta. Salah satu lokasi yang dikunjungi Sultan HB X yakni di Pandak, Krikilan, Goa Mangkubumi, Pesanggrahan Ponopatan di Katelan dan Sendang Sumberan Japoh.
(ams/dil)
