Striker PSIM Jogja, Adrian Dalmau mengungkap alasan di balik keputusannya bergabung dengan Laskar Mataram. Pemain jebolan akademi Real Madrid itu menyebut pelatih Jean-Paul van Gastel memiliki peran dalam keputusannya merapat ke PSIM.
Adrian mengatakan PSIM menunjukkan ketertarikan kepadanya. Di sisi lain, kehadiran Van Gastel yang sudah mengenalnya dari sepak bola Belanda turut membuatnya yakin menerima tawaran PSIM.
"Saya memang sudah terpikir untuk mencoba pengalaman baru di luar Eropa, mencoba bermain di Asia. Indonesia adalah negara yang sangat ingin saya coba untuk mendapatkan pengalaman di sini. PSIM menunjukkan banyak ketertarikan dan kepercayaan kepada saya," kata Adrian kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian menyebut sosok Van Gastel sebagai salah satu faktor penting dalam keputusannya. Keduanya sempat berbincang sebelum Adrian menentukan pilihan.
"Kemudian saya melihat timnya, terutama pelatih. Dia menunjukkan ketertarikan yang besar dan sudah mengenal saya sejak saya berada di Belanda. Selain itu, ada banyak pemain internasional di sini, jadi saya pikir proses adaptasi akan lebih mudah bagi saya," ujarnya.
Pemain yang pernah masuk jajaran top skor Eredivisie musim 2018/2019 itu mengaku percakapannya dengan Van Gastel berlangsung positif. Menurutnya, sang pelatih juga sudah memahami karakter dan gaya bermainnya.
"Ya, kami sempat bertemu sebelumnya. Kami melakukan percakapan yang bagus dan hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat saya mengambil keputusan. Dia mengenal saya sejak periode saya bermain di Eredivisie," tutur Adrian.
"Saya juga tahu bahwa latihan dan gaya bermain yang diterapkan akan mirip dengan yang ada di sana, sehingga bagi saya lebih mudah untuk beradaptasi dengan gaya bermain saya," sambungnya.
Meski demikian, Adrian menegaskan dirinya belum mengenal Van Gastel secara pribadi sebelum bergabung dengan PSIM. Ia hanya mengetahui bahwa Van Gastel juga pernah berkarier di Belanda pada periode yang sama.
"Belum sebelumnya. Saya tahu dia juga pernah berada di Belanda pada periode yang sama dengan saya, tetapi saya belum pernah mendapat kesempatan untuk bertemu dengannya. Namun, kami melakukan percakapan yang menyenangkan dan seperti yang saya katakan, dia menjadi salah satu faktor yang membuat saya memutuskan untuk datang ke sini," jelasnya.
Adrian kini mulai menjalani proses adaptasi bersama PSIM. Ia mengaku sejauh ini tidak menemui kendala berarti selain harus menyesuaikan diri dengan cuaca Indonesia.
"Ya, sangat bagus dan saya sejauh ini senang bisa berada di Jogja, bersama tim PSIM. Jadi, adaptasinya berjalan dengan baik dan saya sangat senang karena semuanya berjalan dengan baik dan cepat," ungkapnya.
"Ya, termasuk beradaptasi dengan cuaca, kelembapan, dan udara panas. Tapi semuanya baik-baik saja. Saya juga bertemu dengan rekan-rekan setim dan orang-orang di sekitar tim. Jadi, sejauh ini sangat bagus," pungkasnya.
