PSS Boleh Gelar Laga Home dengan Penonton, Ansyari Lubis Lega

PSS Boleh Gelar Laga Home dengan Penonton, Ansyari Lubis Lega

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Rabu, 11 Feb 2026 19:28 WIB
Pelatih PSS Ansyari Lubis lega timnya boleh menghelat laga home dengan penonton. Meski, ada syarat yang harus dipatuhi.
Ilustrasi suporter di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Sleman -

Kabar baik bagi PSS Sleman yang akhirnya bisa menggelar laga kandang dihadiri suporter setelah sebelumnya sempat dihukum larangan tanpa suporter oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Pelatih PSS, Ansyari Lubis, ikut lega mendengar kabar tersebut.

"Saya kira kita semua bersyukur ya. Artinya ini jadi modal yang berharga buat seluruh pemain," ujar Ansyari saat ditemui di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (11/2/2026).

Pelatih berlisensi AFC A itu menyebut dengan kehadiran suporter dapat menambah motivasi penggawa Super Elang Jawa *Elja), julukan PSS, saat berlaga. Ia juga berharap, dengan adanya suporter, PSS bisa meraih kemenangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya kita ditonton langsung oleh suporter kita dan ini menjadi semangat yang luar biasa, semangat tambahan untuk kita bisa survive di pertandingan di home nanti," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, PSS Sleman mendapatkan keringanan hukuman usai mengajukan banding ke Komite Banding PSSI. Super Elja diizinkan bermain dihadiri penonton saat laga kandang meski dengan syarat.

Diketahui, PSS sempat dijatuhi hukuman empat laga tanpa penonton imbas insiden penyemprotan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) oleh oknum penonton saat laga PSS Sleman vs Barito Putera pada 31 Januari lalu.

Manajemen PSS telah menerima Putusan Komite Banding PSSI Nomor: 001/KEP/KB/PEGADAIAN-CHAMPIONSHIP/II/2026 tertanggal 9 Februari 2026, atas permohonan banding yang diajukan terhadap Keputusan Komite Disiplin PSSI Nomor 153/L2/SK/KD-PSSI/II/2026 terkait pertandingan tersebut. Berdasarkan putusan tersebut, PSS mendapat keringanan hukuman.

Meski tetap dinyatakan bersalah, PSS diizinkan menggelar laga dengan penonton. Namun, sanksi yang semula berupa larangan penonton kini diubah menjadi penutupan Tribun Utara dan Selatan serta pembatasan penonton tanpa atribut suporter. Selain itu, PSS juga harus membayarkan denda sebesar Rp 60 juta.

"Menyatakan Klub PSS Sleman terbukti bersalah melakukan pelanggaran disiplin berupa penggabungan tingkah laku buruk penonton sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) jo ayat (2) jo lampiran I nomor 5 jo Pasal 13 ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025," bunyi surat resmi Komite Banding PSSI, Selasa (10/2/2026).

"Menjatuhkan sanksi disiplin berupa penutupan sebagian stadion yaitu Tribun Utara dan Tribun Selatan sebanyak 4 (empat) pertandingan saat menjadi tuan rumah (home) dengan penonton tanpa memakai dan membawa atribut Klub PSS Sleman, dimulai dari pertandingan terdekat dan denda sebesar Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah)," lanjut surat resmi tersebut.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads