Pengelola Pantai Bantul Minta Tarif Terusan Rp 15 Ribu Dihapus

Pengelola Pantai Bantul Minta Tarif Terusan Rp 15 Ribu Dihapus

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 03 Mar 2026 17:53 WIB
Pengelola Pantai Bantul audiensi dengan Bupati Bantul terkait usulan penurunan tarif retribusi, Selasa (3/3/2026).
Pengelola Pantai Bantul audiensi dengan Bupati Bantul terkait usulan penurunan tarif retribusi, Selasa (3/3/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Pengelola pantai selatan (Pansela) Bantul di sisi barat, dari Pantai Samas hingga Pantai Baru, menemui Bupati Bantul untuk mengusulkan skema tarif retribusi yang baru. Mereka meminta agar tidak ada lagi tarif terusan Rp 15 ribu, gantinya cukup tarif Rp 5 ribu per satu pantai.

Ketua Desa Wisata Pantai Gua Cemara, Bayu Sujaka, mengatakan Ramadan ini kunjungan wisata di kawasan Pansela Bantul sisi barat terbilang sepi. Menurutnya, hal itu karena tarif retribusi terusan Rp 15 ribu per orang.

"Misalnya wisatawan mau ke Pantai Gua Cemara saja dan tidak mau ke pantai lainnya tetap harus bayar Rp 15 ribu per orang. Karena itu kami menemui Pak Bupati, usul kalau tarif retribusi jadi Rp 5 ribu per orang per destinasi," kata Bayu kepada wartawan di Bantul, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayu melanjutkan tarif yang lebih murah akan mendorong peningkatan kunjungan wisata di Pansela Bantul, khususnya di sisi barat. Dia juga mengusulkan agar sebagian pendapatan retribusi dapat dikembalikan langsung ke masing-masing pengelola destinasi dalam bentuk uang tunai.

"Kenapa, agar pengelola memiliki fleksibilitas dalam menjalankan program pengembangan wisata tanpa harus menunggu proses birokrasi anggaran yang panjang," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Bayu juga mengusulkan agar tempat pemungutan retribusi (TPR) hanya berada di pintu masuk utama Pansela Bantul. Selain itu, TPR hanya beroperasi sesuai dengan jam kerja sebagai upaya representasi positif destinasi wisata pantai.

"Dan tidak memberikan ruang kepada petugas retribusi untuk terlalu ikut serta terhadap urusan kepengelolaan destinasi serta transaksional di luar ketugasan retribusi," ucapnya.

Sementara itu pengelola Pantai Baru, Ridwan Subiyanto, mengatakan tarif Rp 5 ribu per destinasi pantai berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Kalau wisatawan mengunjungi empat pantai saja, total pembayaran justru bisa melebihi tarif terusan yang berlaku saat ini. Jadi kami kira dengan tarif Rp 5 ribu itu malah bisa meningkatkan PAD," kata Ridwan.

Ridwan juga mengusulkan perubahan tarif itu diuji coba terlebih dahulu. Menurutnya, uji coba itu bisa dilakukan saat libur Lebaran ini.

"Harapannya usulan itu bisa diterima dan diujicobakan, khususnya menjelang momentum libur Lebaran untuk melihat dampak langsung terhadap kunjungan wisata," ujarnya.

Respons Bupati Bantul

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menilai usulan tersebut sah-sah saja karena setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda. Namun, Halim menyebut semuanya harus memiliki satu tujuan yaitu agar pariwisata di Bantul lebih baik dan menyejahterakan masyarakat.

"Kalau saya, tarif retribusi pantai Rp 15 ribu tidak masalah, Rp 5 ribu tidak masalah, mau Rp 0 juga tidak masalah asal tujuannya cetho (jelas) gitu lho," ucap Halim.

Menurut Halim, mengembangkan objek wisata pantai itu sulit, dan butuh biaya mahal. Belum lagi apabila terjadi abrasi, ada penumpukan sampah, juga soal jaminan keamanan kepada wisatawan.

"Karena itu, cetho itu di antaranya jumlah wisatawan bertambah, uang yang dibelanjakan wisatawan bertambah karena bebas retribusi. Tapi juga harus punya kemampuan untuk merawat dan memperbaiki pantai-pantai itu," ujarnya.

Halim akan mengajak pengelola pansela Bantul sisi barat untuk berdiskusi lagi. Nantinya diskusi akan melibatkan pelaku industri pariwisata lainnya, termasuk agen perjalanan, guna menemukan formulasi kebijakan terbaik.

"Diskusi ini menarik dan harus diputuskan secara matang karena berdampak pada banyak pihak. Kemungkinan akan kita bahas kembali setelah lebaran," katanya.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads