Ramai Ancaman Aligator di Sungai Jejeran Pleret, DKP Bantul: Itu Temuan 2025

Ramai Ancaman Aligator di Sungai Jejeran Pleret, DKP Bantul: Itu Temuan 2025

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 03 Mar 2026 12:43 WIB
Heboh ancaman ikan aligator di Sungai Jejeran, Pleret, Bantul, ternyata temuan 2025 silam. Ikan itu kini sudah dimusnahkan.
Ilustrasi ikan aligator. (Foto: iStock)
Bantul -

Postingan terkait ancaman ikan invasif di Pleret Bantul, Aligator Florida ditemukan di Sungai Jejeran bikin heboh media sosial (medsos). Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul menyebut belum ada temuan ikan aligator di Pleret tahun ini, DKP memastikan penemuan itu terjadi tahun 2025 dan bukan ikan Aligator Florida melainkan Aligator Spatula.

Pengawas Perikanan DKP Bantul, Irawan Waluyo Jati, mengatakan DKP memiliki kader ikan swadaya yang tersebar di Bantul. Namun, hingga saat ini belum ada informasi dari kader tersebut terkait penemuan ikan Aligator Florida di Pleret, Bantul.

"Dari kader pengawas belum ada informasi terkait hal itu," kata Irawan kepada detikJogja, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan Aligator Florida tapi Aligator Spatula

Irawan mengaku telah melihat postingan di medsos tersebut. Hasilnya, postingan soal penemuan ikan invasif di Pleret sudah terjadi tahun lalu.

ADVERTISEMENT

"Penyampaian beritanya yang kurang, harusnya hanya aligator spatula saja dan kejadian itu sudah terjadi tahun kemarin," ujarnya.

Adapun penemuan ikan aligator spatula terjadi September 2025 lalu. Di mana saat itu ada pemancing di Pandes, Pleret, Bantul sedang memancing dan melihat ikan berukuran besar.

"Setelah diangkat ternyata itu ikan aligator. Lalu pemancing koordinasi dengan DKP dan dari DKP langsung mengambil ikan itu," ucapnya.

Selain itu, Irawan menegaskan Pleret, Bantul bukanlah habitat ikan aligator. Menurutnya, penemuan ikan aligator pada September 2025 lalu diduga karena ada yang sengaja membuang ikan peliharaannya.

"Jadi ada indikasi penghobi yang sudah tidak mampu kasih makan dan tahu larangan pembudidayaan dan memelihara ikan asing invasif. Karena takut berurusan dengan hukum akhirnya dilepasliarkan di sana, jadi tidak ada habitat ikan aligator di Jejeran," katanya.

Dia lalu menjelaskan karakteristik ikan tropis asal benua Amerika itu. Menurutnya, meski bukan habitat asli, ikan itu masih bisa hidup jika dilepasliarkan di Indonesia.

"Karena itu kalau dilepasliarkan di sungai-sungai di Indonesia ikan aligator bisa berkembang biak, kenapa? Karena kesamaan iklim dengan asal ikan tersebut," ucapnya.

Oleh sebab itu, pada Jumat (27/2) lalu DKP Bantul telah memusnahkan ikan invasif temuan tahun 2025. Total ada tujuh ekor ikan yang DKP musnahkan.

"Kemarin hari Jumat kami musnahkan tujuh ekor ikan invasif, rinciannya lima ekor ikan aligator spatula dan dua ekor ikan aligator florida," ujarnya.




(ams/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads