Kawasan Kaliurang masih menjadi primadona destinasi wisata di Kabupaten Sleman. Pada momen libur tahun baru 2026 ini, Kaliurang diserbu para pelancong.
Pantauan detikJogja, Kamis (1/1/2026), pada pukul 12.00 WIB, suasana liburan terasa sangat kental. Tampak kendaraan dengan pelat nomor luar daerah seperti B, H, AD, sudah memadati kawasan Kaliurang.
Kepadatan lalu lintas terlihat mencolok di akses menuju Tlogo Putri. Antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tampak mengular panjang, berjalan perlahan di tengah hawa sejuk Kaliurang. Mobil-mobil pribadi yang membawa rombongan keluarga terlihat silih berganti keluar-masuk area parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang wisatawan Fika (29) asal Magelang, mengaku sudah berada di Kaliurang sejak malam pergantian tahun.
"Saya sudah sejak semalam. Ini sama suami dan anak, nginep di hotel. Ya sengaja mau menikmati malam pergantian tahun," kata Fika saat ditemui siang ini.
Ramainya suasana di lapangan selaras dengan data pergerakan wisatawan yang tercatat. Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman mencatat lonjakan angka kunjungan yang signifikan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Mengacu pada data dashboard pergerakan wisatawan DIY, total pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman selama periode 15 Desember 2025 hingga akhir tahun mencapai angka 437.213 wisatawan.
Kawasan wisata di Kaliurang ramai diserbu wisatawan pada Kamis (1/1/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
Puncak kunjungan di Sleman terjadi pada Sabtu (27/12) dengan jumlah 59.279 wisatawan dalam satu hari, disusul pada hari Natal (25/12) sebanyak 56.935 wisatawan.
"Target pergerakan wisatawan di Sleman awalnya berada di kisaran 250.000 hingga 300.000 orang. Kalau melihat data yang masuk (437.213), jelas ini sudah melebihi target yang ditetapkan," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, saat dihubungi terpisah.
Dia menjelaskan destinasi favorit yang menjadi penyumbang angka terbesar antara lain Candi Prambanan, Ibarbo Park, wisata Jip Merapi, dan kawasan Kaliurang.
Lebih lanjut, Kus Endarto menyoroti faktor kunci yang membuat Kaliurang begitu padat pada pergantian tahun ini. Menurutnya, keberadaan pentas seni dan budaya menjadi daya tarik yang sangat kuat.
"Alhamdulillah, kebetulan ada pentas di Kaliurang, sehingga suasana menjadi lebih ramai," ujarnya.
Dia menekankan pentingnya penyelenggaraan event sebagai strategi pariwisata. Menurutnya, atraksi budaya tidak hanya sekadar hiburan pelengkap, melainkan alasan utama wisatawan untuk datang.
"Perlu digarisbawahi bahwa event budaya sebagai salah satu jenis atraksi, baik skala lokal, nasional, apalagi internasional, merupakan salah satu daya tarik utama wisatawan untuk mendatangi atau bahkan kembali lagi ke destinasi pariwisata," pungkasnya.
(ams/ams)













































Komentar Terbanyak
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
Inara Rusli Ungkap Proses Damai dengan Insanul Fahmi: Bagaimanapun Suami Saya
Kala Bakul Sate di Kawasan Malioboro Ditertibkan Satpol PP