- Kenapa Rakyat Venezuela Merayakan Penangkapan Presiden Maduro oleh AS? 1. Harapan Perubahan Setelah Bertahun-tahun Krisis 2. Euforia Diaspora Venezuela di Berbagai Negara 3. Luka Panjang Eksodus dan Represi
- Ketakutan Akan Kekerasan dan Kekuasaan yang Masih Bertahan
- Antara Lega dan Ragu terhadap Peran AS
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat pada Sabtu 3 Januari 2025, memicu reaksi yang tidak biasa. Alih-alih duka atau kemarahan, sebagian rakyat Venezuela justru merayakannya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Respons ini tidak muncul tanpa sebab. Di balik sorak-sorai diaspora dan reaksi hati-hati warga di Caracas, tersimpan akumulasi krisis ekonomi, represi politik, dan eksodus jutaan warga yang berlangsung lebih dari satu dekade.
Perayaan tersebut bukan sekadar soal satu tokoh yang ditangkap. Ada alasan lebih kompleks yang membuat momen ini dipandang sebagai titik balik, meski penuh ketidakpastian dan risiko. Mari kita cari tahu, detikers!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Penangkapan Maduro dipandang sebagai simbol harapan setelah krisis berkepanjangan
- Diaspora Venezuela merayakan secara terbuka, sementara warga dalam negeri cenderung berhati-hati
- Rasa lega bercampur dengan kekhawatiran soal kekerasan dan kelanjutan kekuasaan loyalis
Kenapa Rakyat Venezuela Merayakan Penangkapan Presiden Maduro oleh AS?
Mengapa penangkapan Maduro justru disambut gembira oleh banyak rakyatnya sendiri. Berikut penjelasan lengkapnya, dirangkum dari laporan BBC, Reuters, dan AP News.
1. Harapan Perubahan Setelah Bertahun-tahun Krisis
Alasan utama penangkapan Maduro disambut gembira adalah harapan akan berakhirnya krisis panjang. Sejumlah warga Caracas mengatakan mereka kembali melihat cahaya di ujung terowongan setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan ekonomi dan politik.
Dilaporkan BBC, seorang warga bernama Dina menyebut dirinya bersyukur karena Amerika Serikat mengeluarkan Maduro dari negaranya. Menurutnya, meski belum ada jaminan perubahan cepat, setidaknya kini ada harapan yang sempat hilang. Namun, situasi politik yang masih tegang membuatnya enggan menyebutkan nama asli.
Perasaan serupa juga datang dari warga lain. Jorge, yang tinggal di sekitar Caracas, mengaku lega tetapi tetap khawatir. Ia mempertanyakan apa yang akan terjadi setelah Maduro ditangkap.
"Ini tidak menjamin apa pun. Ada ketidakpastian. Kami tidak tahu hari-hari ke depan akan seperti apa," ujarnya kepada BBC, Minggu (4/1/2025).
2. Euforia Diaspora Venezuela di Berbagai Negara
Jika di dalam negeri reaksi warga lebih berhati-hati, suasana berbeda terlihat di luar Venezuela. Ribuan warga Venezuela di pengasingan merayakan kabar penangkapan tersebut secara terbuka.
Reuters melaporkan perayaan terjadi di berbagai kota dunia, mulai dari Madrid, Buenos Aires, Santiago, Lima, hingga Quito. Di ibu kota Spanyol, warga Venezuela berkumpul di Puerta del Sol sambil mengibarkan bendera dan menyebut momen ini sebagai hari kebebasan.
Seorang migran Venezuela di Chili mengatakan kegembiraannya tak terbendung. "Setelah bertahun-tahun perjuangan, hari ini adalah hari kebebasan," ujarnya. Reuters juga mencatat bahwa sejak 2014, sekitar 7,7 juta warga Venezuela atau hampir 20 persen populasi telah meninggalkan negaranya akibat krisis ekonomi dan politik.
3. Luka Panjang Eksodus dan Represi
Kegembiraan itu tidak lepas dari luka kolektif yang dialami rakyat Venezuela selama lebih dari satu dekade. Banyak keluarga terpisah, sebagian hidup di pengasingan, sementara yang tertinggal menghadapi kemiskinan, represi, dan ketakutan.
Sandra, seorang warga Venezuela yang diwawancarai BBC, menyebut jutaan rakyatnya kini hidup di luar negeri, sementara yang lain hilang, dipenjara, meninggal, atau sekadar bertahan hidup. Ia menyebut situasi tersebut sebagai tragedi besar yang lama diabaikan dunia internasional.
Menurut Sandra, penangkapan Maduro bukan akhir dari masalah, tetapi awal dari proses panjang.
"Ini baru permulaan. Masih ada jalan panjang di depan," katanya, seperti dikutip BBC pada Minggu (4/1/2025).
Ketakutan Akan Kekerasan dan Kekuasaan yang Masih Bertahan
Di balik rasa lega, ketakutan masih menghantui banyak warga di dalam negeri. BBC melaporkan adanya kekhawatiran terhadap kelompok bersenjata pro-pemerintah atau colectivos yang terlihat berpatroli di jalan-jalan dengan senjata.
Jorge mengaku takut bahkan untuk sekadar keluar membeli roti. Ia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap tokoh kuat lain dalam pemerintahan, seperti Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello. Menurutnya, belum jelas seberapa besar kontrol yang masih dimiliki para loyalis Maduro.
Situasi ini diperparah oleh undang-undang yang disahkan beberapa pekan sebelumnya oleh parlemen yang dikuasai loyalis Maduro, yang menyebut dukungan terhadap blokade AS sebagai tindakan pengkhianatan. Kondisi ini membuat banyak warga memilih berbicara dengan anonim.
Antara Lega dan Ragu terhadap Peran AS
Meski banyak yang bersyukur, tidak sedikit warga Venezuela yang tetap skeptis terhadap langkah Amerika Serikat. Dina, misalnya, mengaku tidak sepenuhnya percaya pada janji Presiden Donald Trump.
"Hari ini dia bicara begini, besok bisa berubah," ujarnya kepada BBC pada Minggu (4/1/2025).
Namun, ia menilai satu hal yang memberi harapan adalah janji investasi AS di Venezuela. Dina berharap langkah itu bisa memperbaiki kondisi ekonomi negara yang selama ini terpuruk.
Hal senada disampaikan warga diaspora di Amerika Serikat. AP News melaporkan perayaan besar di Doral, Florida, kawasan dengan populasi Venezuela yang besar. Banyak warga menyebut penangkapan Maduro sebagai momen yang mereka tunggu selama bertahun-tahun, meski tetap menyadari risiko dan ketidakpastian ke depan.
Di balik sorak sorai dan air mata haru, satu benang merah muncul dari berbagai kesaksian. Penangkapan Maduro dipandang sebagai peluang, bukan jaminan.
Seorang aktivis diaspora yang dikutip AP News mengatakan, "Menghapus sistem otoriter membuka kemungkinan untuk pemulihan. Bukan jaminan, tapi sebuah kemungkinan."
Bagi banyak warga Venezuela, kemungkinan itu sudah cukup untuk dirayakan, setelah bertahun-tahun hidup tanpa harapan yang nyata. Itulah sebabnya, meski diliputi ketakutan dan keraguan, penangkapan Presiden Maduro oleh AS tetap disambut dengan perayaan oleh sebagian besar rakyat Venezuela, baik di dalam negeri maupun di pengasingan.
Reaksi rakyat Venezuela menunjukkan bahwa peristiwa politik bisa dimaknai sangat berbeda oleh mereka yang hidup di bawah dampaknya. Bagi banyak warga, momen ini bukan akhir masalah, tetapi awal dari kemungkinan perubahan yang lama ditunggu.
(par/apl)












































Komentar Terbanyak
Tersangka Ijazah Palsu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Rumah Jokowi
Momen Pelukan Erat Jokowi-2 Tersangka Tudingan Ijazah Palsu di Solo
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya