GKR Bendara Ungkap Jogja Kekurangan Gori Bahan Gudeg

GKR Bendara Ungkap Jogja Kekurangan Gori Bahan Gudeg

Tim detikJogja - detikJogja
Senin, 05 Okt 2026 06:30 WIB
Pedagang gori atau nangka muda di Pasar Beringharjo, Jogja, Senin (9/3/2026).
Pedagang gori atau nangka muda di Pasar Beringharjo, Jogja, Senin (9/3/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Penghageng Kawedanan Hageng Nitya Budaya Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara mengungkapkan bahwa Jogja kekurangan bahan baku gudeg. Bahan baku yang dimaksud ialah gori atau nangka muda.

"Ada permasalahan yang sedang coba ditangani oleh pemerintah daerah, itu adalah sourcing buah nangka untuk gudeg," ungkap GKR Bendara usai forum Wonderful Indonesia Gastronomy Talk di Jogja, Jumat (2/10/2026).

Ia menyebut Jogja memang kekurangan pohon nangka yang menghasilkan gori. Selama ini, pedagang biasa mengambil pasokan dari luar daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebanyakan nangkanya itu dari luar Jogja, karena di Jogja itu kekurangan pohon nangka," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Salah satu daerah di Jogja tak lagi berimprovisasi dengan menggunakan bahan lain karena kekurangan gori.

"Bahkan di Gunungkidul itu, mereka sudah tidak pakai nangka tetapi gedebok pisang, batang pohon pisang, jadi gudeg gedebok pisang," imbuhnya.

Dalam pertemuan itu GKR Bendara turut mengenalkan dua kuliner khas Jogja yang dinilai legendaris tapi tak populer. Dua kuliner legendaris itu adalah nasi golong gilig dan dawet sambal.

"Begitu banyak sebetulnya, ada beberapa makanan yang sudah tidak populer sekarang, padahal itu adalah salah satu dari sejarah kita. Jadi ada nasi golong gilig, sajian itu hanya dikeluarkan pada saat ada acara tertentu. Ini yang juga kita pre-serve menjadi, paling tidak narasinya apa, kita bisa reintroduce kepada industri untuk mulai memperkenalkannya ke restoran," imbuhnya.

"Ada juga namanya dawet sambal di Kulon Progo, ini sudah menjadi warisan budaya. Ini originalnya yang buat juga masih ada, tetapi tidak ada regenerasinya karena memang tidak banyak yang mengulasnya," ungkapnya.



(afn/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads