Khasiat Rebusan Daun Katuk, Bukan Sekadar Bikin ASI Lancar

Khasiat Rebusan Daun Katuk, Bukan Sekadar Bikin ASI Lancar

Ikfina Kamalia Rizki - detikJogja
Sabtu, 27 Des 2025 16:05 WIB
Khasiat Rebusan Daun Katuk, Bukan Sekadar Bikin ASI Lancar
Ilustrasi daun katuk. Foto: Thinkstock
Jogja -

Selama ini, daun katuk telah dikenal luas sebagai pelancar ASI. Banyak cara yang digunakan dalam mengonsumsinya. Mulai dari membuatnya jadi sayur bening, tumis sayur, hingga yang paling praktis yakni rebusan.

Popularitas daun katuk bukan tanpa alasan. Pasalnya, sudah banyak penelitian yang menunjukkan khasiat rebusan daun katuk dalam memperlancar ASI. Selain itu, daun katuk sejatinya menyimpan segudang manfaat lain.

Lantas, apa saja khasiat rebusan daun katuk? Simak penjelasannya berikut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kandungan Nutrisi Daun Katuk

Tanaman katuk memiliki nama ilmiah Sauropus androgynus. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman herbal yang banyak tumbuh di daratan Asia, termasuk di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Dalam jurnal berjudul Kajian Pemanfaatan Katuk (Sauropus androgynus) sebagai Tanaman Herbal di RW 08 Desa Sindangsari Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut oleh Awaludin Firdaus dkk, disebutkan bahwa daun katuk sudah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Dari segi nutrisi, daun katuk memiliki banyak kandungan seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, antioksidan, protein, hingga zat besi.

Daun katuk mengandung senyawa papaverine yang dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Kandungan inilah yang membuat daun katuk berkhasiat dalam memperlancar produksi ASI.

Khasiat Rebusan Daun Katuk

Selain memiliki khasiat dalam memperlancar ASI, berikut khasiat lain rebusan daun katuk.

1. Mengurangi Peradangan

Dikutip dari jurnal Korelasi Pengetahuan Obat Bahan Alam Daun Katuk (Sauropus androgynus (L) Merr) Untuk Penyakit Sindrom Metabolik dan Kesediaan Membayar di Kecamatan Panyileukan Kota Bandung oleh Rizki Siti Nurfitria dkk, daun katuk mengandung senyawa aktif seperti tanin, fenin, saponin dan alkaloid.

Senyawa aktif tersebut bermanfaat sebagai antiinflamasi. Dengan kata lain, kandungan dalam daun katuk dapat membantu dan mengurangi peradangan seperti radang tenggorokan. Senyawa tersebut berfungsi untuk menetralisasi radikal bebas sekaligus berfungsi sebagai anti radang.

2. Mengatasi Gejala Batuk dan Demam

Batuk dan demam merupakan salah satu gejala penyakit yang sering menghampiri di kala cuaca ekstrem atau peralihan musim. Salah satu hal yang menjadi gejala awalnya adalah peradangan.

Daun katuk sendiri memiliki fungsi sebagai antiinflamasi. Selain mengurangi peradangan, khasiat lain yang dimilikinya adalah mengatasi gejala batuk dan demam. Daun katuk juga memiliki senyawa antioksidan yang dapat menjaga daya tahan tubuh sehingga dapat terhindar dari paparan penyakit.

3. Mengatasi Anemia

Anemia merupakan kondisi saat tubuh kekurangan sel darah merah. Akibatnya, seorang penderita anemia dapat merasa lemas, letih, dan pucat karena tubuh kekurangan oksigen.

Ada banyak penyebab anemia. Salah satu penyebabnya adalah ketika seorang perempuan menstruasi. Dalam kondisi tersebut, tubuh mengeluarkan banyak darah dan rentan terkena anemia.

Menurut penelitian dalam jurnal AKTIVITAS FARMAKOLOGI EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr) oleh Tiara Salsabila Majid dkk, klorofil dalam daun katuk memiliki potensi sebagai obat alternatif anemia. Pasalnya, konsumsi daun katuk dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh. Selain itu, daun katuk juga mengandung antioksidan yang mendukung fungsi tubuh dalam meningkatkan oksigen dan memperlancar produksi sel darah merah.

4. Menurunkan Kadar Gula Darah

Kadar gula darah berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah diabetes. Di Indonesia, penyandang diabetes terus meningkat setiap tahun. Diprediksi, angkanya mencapai 9,1 juta jiwa pada tahun 2035.

Berdasarkan penelitian, daun katuk dianggap sebagai obat alternatif dalam mengobati diabetes. Beberapa eksperimen menunjukkan bahwa pasien diabetes yang mengonsumsi daun katuk memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada orang yang tidak mengonsumsinya. Hal ini terjadi sebab daun katuk memiliki kandungan flavonoid dan fenolik yang dapat membantu mengurangi glukosa darah.

Cara Membuat Rebusan Daun Katuk

  1. Siapkan 200 gram daun katuk dan air.
  2. Cuci daun katuk hingga bersih.
  3. Rebus daun katur dalam air mendidih selama 10 menit.
  4. Saring air rebusan.
  5. Tunggu sampai hangat dan air rebusan katuk siap diminum.

Itulah sederet informasi tentang khasiat rebusan daun katuk selain sebagai pelancar ASI. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(par/par)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads