Punya Reaktor Nuklir, PLTN Bisa Dibangun di Jogja?

Punya Reaktor Nuklir, PLTN Bisa Dibangun di Jogja?

Adji G Rinepta - detikJogja
Rabu, 09 Sep 2026 17:55 WIB
Prototipe alat peraga Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) karya mahasiswa Poltek Nuklir Sleman dipamerkan di selasar Kampus, Rabu (9/9/2026).
Prototipe alat peraga Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) karya mahasiswa Poltek Nuklir Sleman dipamerkan di selasar Kampus, Rabu (9/9/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Sleman -

Pemerintah segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang ditarget berjalan pada 2032 mendatang. Dengan keberadaan Reaktor Kartini di Jogja, satu dari tiga reaktor nuklir yang dimiliki Indonesia, akankah PLTN di bangun di DIY?

"Untuk PLTN belum diputuskan tempatnya di mana, tapi dalam perencanaan jangka panjang pemerintah itu salah satu hal yang harus kita wujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Kepala BRIN, Prof Arif Satria usai Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Terapan ke-5 Poltek Nuklir Tahun 2026, Rabu (9/9/2026).

"Di Jogja kan adanya laboratorium reaktor. Jogja adalah tempat belajar untuk bisa memperkuat kompetensi kita dalam bidang riset ketenaganukliran," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, Reaktor Kartini atau reaktor nuklir yang berada di lingkungan kampus Poltek Nuklir di Sleman, adalah salah satu dari tiga reaktor nuklir yang dimiliki Indonesia. Meski demikian, menurut Arif, hal itu tidak serta merta menjadikan DIY sebagai lokasi dibangunnya PLTN.

ADVERTISEMENT

Arif menjelaskan, Reaktor Kartini digunakan untuk pengembangan pemanfaatan tenaga nuklir untuk berbagai bidang yang kini tengah digenjot pemerintah. Anggaran terhadap riset ini pun kini ditambah meski ia tak membeberkan besarannya.

"Justru nuklir ini sekarang akan semakin kita kembangkan, anggaran riset dan pembangunan infrastruktur nuklir ini porsinya sangat besar yang 2027 ini akan kita lakukan," ujar Arif.

"Nuklir untuk kesehatan, nuklir untuk pangan, dan nuklir untuk energi, tiga bidang inilah yang akan kita anggarkan, dan justru dengan ketiga bidang ini, maka anggaran riset di bidang ketenaganukliran memang akan kita tingkatkan," sambungnya.

Soal tenaga ahli, Poltek Nuklir sudah bisa mengatasi dengan lulusannya yang memiliki kompetensi beragam di bidang tenaga nuklir. Tahun ini, Poltek Nuklir mencetak 104 Sarjana Terapan dari program studi Teknokimia Nuklir, Elektronika Instrumentasi, dan Elektro Mekanika.

Tantangan yang muncul adalah tentang edukasi kepada masyarakat soal tenaga nuklir ini. Untuk itu, Poltek Nuklir pun menghibahkan Prototipe PLTN ke Taman Pintar Jogja agar nuklir ini tak lagi asing di telinga masyarakat.

Plt Direktur Poltek Nuklir, Dr Zainal Arief, menjelaskan alat peraga ini adalah hasil langsung dari metode pembelajaran berbasis proyek kelompok mahasiswa Poltek Nuklir yang berfokus pada solusi nyata.

"Prototipe saat ini dapat disaksikan di area selasar kampus, rencananya akan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Jogja untuk ditempatkan di Taman Pintar. Hibah alat peraga ini memiliki tujuan utama untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai bagaimana sebuah sistem PLTN bekerja secara aman dan efisien," ujar Zainal.

Dilansir detikFinance, diketahui Indonesia mau membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan PLTN ini sudah masuk jaringan listrik nasional (on-grid) pada 2032.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan ada tahap awal PLTN ini akan dibangun 500 megawatt.

"On-grid-nya 2032. Jadi masuk grid 2032 berarti harus sudah commissioning 2032. Ini target tercepat. Nah dari perencanaan nuklir ada 500 megawatt," ujar Eniya dikutip dari Podcast Bukan Abuleke YouTube Kementerian ESDM, Minggu (15/2/2026).

Ia mengatakan pemerintah masih mencari lokasi. Penetapan lokasi diperkirakan pada pertengahan tahun.

"Ini nanti kira-kira sekitar pertengahan tahun ini penetapan lokasi lah, masih dibahas beberapa, tapi sudah dalam proses-proses pembahasan," ujarnya.

"Nah ini baru ada beberapa ini ya konsep ya, financial structure-nya kan harus dibahas tuh. Apakah nanti bisa program G2G atau langsung B2B gitu, itu harus dibahas. masih panjang.



(dil/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads