Keracunan MBG di 4 Sekolah Bantul Ternyata Berasal dari SPPG yang Sama

Keracunan MBG di 4 Sekolah Bantul Ternyata Berasal dari SPPG yang Sama

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 09 Sep 2026 18:12 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Bantul -

Makan bergizi gratis (MBG) yang diduga menyebabkan puluhan murid dari empat SD di Jetis, Bantul, mengalami keracunan ternyata berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.

"Menurut keterangan Dinkes, SPPG penyalur MBG ke beberapa SD itu sama dengan yang menyalurkan MBG ke SDN 1 Sumberagung," kata Ketua Komisi D DPRD Bantul, Pramu Diananto Indratriatmo, kepada wartawan di SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul, Rabu (9/9/2026).

Selain terjadi di SDN 1 Sumberagung, Pramu mengungkapkan, kasus keracunan MBG juga terjadi di SD Patalan, SD Sawahan, dan SD Kembangsongo. Jumlah korban paling banyak berasal dari SDN 1 Sumberagung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paling banyak tetap di SDN 1 Sumberagung," ujarnya.

Pramu meminta SPPG di Bantul agar meningkatkan pelayanan kepada murid-murid penerima MBG. Salah satunya, pengolahan makanan harus betul-betul sesuai dengan SOP.

ADVERTISEMENT

"Jadi layanilah anak-anak kami di Bantul ini dengan baik. Tidak hanya mencari untung, tapi juga layani mereka, menu makanannya, cara mengolahnya harus sesuai SOP sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi kedepannya," ucapnya.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto mengatakan, penyalur MBG ke empat SD yang muridnya mengalami keracunan makanan adalah SPPG yang sama. Samsu menyebut gejala murid yang terdampak dari empat SD itu juga sama.

"Iya, dari SPPG yang sama, gejala juga sama kok," katanya.

Gejala itu, lanjut Samsu, seperti diare, pusing hingga lemas. Selain itu, dari penelusuran Dinkes, murid-murid dari empat SD itu mengkonsumsi MBG di hari yang sama yakni Jumat (4/9/2026).

"Jadi untuk di SD Patalan Baru ada lima murid, SD Sawahan dua murid dan SD Kembangsongo ada tiga murid yang mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi itu (MBG)," ucapnya.

Namun, Samsu mengatakan bahwa murid-murid yang keracunan MBG di tiga SD itu sudah terkondisi semua. Bahkan beberapa tidak sampai tidak perlu mendapat penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

"Gejala mereka juga sama seperti yang di sana (SDN 1 Sumberagung), diare, pusing. Tapi tidak ada yang sampai rawat inap, wong tidak sampai faskes juga, hanya rawat di rumah dan sudah membaik," ujarnya.

Di sisi lain, Samsu menyebut bahwa Dinkes telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE). Di mana hasilnya ternyata murid-murid yang mengalami keracunan menyantap MBG pada hari Jumat pekan lalu.

"Sama terus hasil PE kami, penyelidikan epidemiologi mengindikasikan mereka mengalami gejala sama setelah mengonsumsi itu (MBG)," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 50 siswa dan 1 guru di SDN 1 Sumberagung mengalami keracunan makanan usai menyantap MBG pada Jumat (4/9). Hingga Selasa (9/9) ada 32 siswa yang masih absen yang mana 2 di antaranya masih opname. Sedangkan untuk hari ini, tercatat belasan siswa tidak masuk sekolah, satu di antaranya masih dirawat inap.

"Untuk yang tidak berangkat hari ini ada 11 murid," kata Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi kepada wartawan di Jetis, Bantul, Rabu (9/9).

"Yang opname kan dua murid, tapi hari ini ada yang satu sudah keluar, sudah pulang. Jadi tinggal satu lagi (yang rawat inap)," ujarnya.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads