Rektor Universitas Ahmad Dahlan, Prof Dr Muchlas, mengeluhkan seleksi mahasiswa baru (maba) perguruan tinggi negeri (PTN) via jalur mandiri berdampak kepada penurunan maba pada perguruan tinggi swasta (PTS), termasuk di kampusnya. Muchlas menyerukan agar pelaksanaan jalur mandiri dievaluasi.
Prof Muchlas menuturkan, sekitar 15 persen calon mahasiswa UAD yang sudah menuntaskan registrasi dan membayar biaya memutuskan mundur begitu diterima PTN via jalur mandiri.
"Mahasiswa-mahasiswa UAD yang sudah mendaftar, setelah kita survei, kan kita ini kalau diterima di PTN-BH itu bisa kembali uangnya 75 persen dengan catatan menunjukkan betul diterima di PTN-BH. Itu sekitar 15-an persen dari mereka yang sudah registrasi, sudah bayar di UAD," kata Muchlas saat ditemui di Kampus UAD, Kota Jogja, Selasa (9/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari mereka yang sudah registrasi, sudah bayar di UAD, begitu ada program mandiri di sana, tersedot semuanya 15 persen," lanjutnya.
Soroti Jalur Mandiri yang Dibuka hingga Tengah Tahun
Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Teknologi & Kejuruan tersebut menjelaskan, keberadaan jalur mandiri PTN yang dibuka hingga pertengahan tahun, Juli bahkan Agustus, diakuinya memberikan kesulitan bagi kampus swasta. Sebab, PTS mesti harus menghadapi ketidakpastian maba hingga masa pendaftaran PTN benar-benar berakhir.
"Nah itu problem juga. Karena mahasiswa yang sudah registrasi di PTS kemudian masih bisa berpindah ketika diterima lewat jalur mandiri PTN," katanya.
Muchlas melanjutkan, tekanan kampus swasta makin berat. Selain daya beli masyarakat, dia menilai PTN-BH juga makin agresif mencari maba.
Menurutnya, kondisi itu tidak lepas dari tuntutan kemandirian finansial yang dihadapi PTN-BH. Dengan berkurangnya subsidi pemerintah, PTN-BH disebut ikut mengandalkan uang kuliah mahasiswa sebagai salah satu sumber pemasukan utama.
"Sekarang pola pikirnya sama dengan kita, kemandirian finansial. Sehingga yang paling gampang ya kuota dinaikkan saja," ucapnya.
Berharap Jalur Mandiri Dievaluasi
Prof Muchlas menyuarakan harapannya agar pemerintah mengatur kembali kuota penerimaan mahasiswa di PTN-BH serta jalur mandiri bisa dievaluasi.
"Kalau bisa program-program yang bersifat nonreguler seperti mandiri itu ditiadakan. Kalau belum bisa, paling tidak kuotanya dibatasi supaya memberi kesempatan kepada PTS yang ada di kota PTN-BH itu berada untuk sama-sama memperoleh mahasiswa baru," pungkasnya.
(apu/apu)

Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja