Muhammadiyah-UMY Gandeng Vatikan Kampanyekan Perdamaian Dunia

Muhammadiyah-UMY Gandeng Vatikan Kampanyekan Perdamaian Dunia

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 11 Mei 2026 16:11 WIB
Muhammadiyah-UMY Gandeng Vatikan Kampanyekan Perdamaian Dunia
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) (Foto: Doc. UMY)
Jogja -

Muhammadiyah bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggandeng Vatikan untuk mengampanyekan perdamaian dunia di tengah situasi global yang dinilai semakin memanas akibat perang di berbagai negara. Kerja sama itu dibahas dalam kunjungan resmi delegasi Muhammadiyah dan UMY ke Vatikan pada 5-6 Mei 2026 lalu.

Delegasi diterima pejabat Vatikan yang menangani hubungan antarumat beragama hingga mengikuti audiensi dengan Paus Leo. Rektor UMY, Prof Dr Achmad Nurmandi, mengatakan kunjungan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi dunia yang dinilai tidak sedang baik-baik saja.

"Secara global dunia ini sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Perang di berbagai belahan dunia," kata Achmad saat jumpa pers di Kampus UMY, Bantul, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan tersebut membahas pentingnya kerja sama lintas agama untuk menyuarakan perdamaian dunia. Achmad mengatakan Muhammadiyah tidak bisa bergerak sendiri dalam menyuarakan isu kemanusiaan dan perdamaian global.

ADVERTISEMENT

"Kami dari tim Muhammadiyah menyadari bahwa ormas keagamaan Muhammadiyah itu tidak mungkin kita bergerak sendiri. Kita harus bahu-membahu dengan berbagai organisasi keagamaan, salah satunya adalah Negara Vatikan," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Achmad mengatakan, Muhammadiyah dan Vatikan sepakat memperkuat kerja sama melalui pesan-pesan perdamaian, advokasi, hingga aksi nyata di masyarakat.

"Nah, beliau, kita sepakat pada pertemuan itu bagaimana antara Vatikan dan Muhammadiyah bekerja sama menyampaikan misi-misi pesan perdamaian, kritik, advokasi, kemudian aksi-aksi nyata," katanya.

Achmad menyebut kerja sama tersebut juga menjadi tindak lanjut Deklarasi Istiqlal 2024 yang memuat poin tentang kemanusiaan dan pendidikan.

"Dan kebetulan kita juga sudah punya kesepakatan Indonesia dengan Vatikan, adalah kesepakatan Deklarasi Istiqlal pada tahun 2024. Ada dua butir Deklarasi Istiqlal itu. Pertama adalah humanisasi, menjaga perdamaian. Kedua adalah pendidikan," jelasnya.




(aku/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads