Ogoh-ogoh Raksasa Ikut Meriahkan Saparan Bekakak Ambarketawang Sleman

Ogoh-ogoh Raksasa Ikut Meriahkan Saparan Bekakak Ambarketawang Sleman

Adji G Rinepta - detikJogja
Jumat, 17 Jul 2026 17:35 WIB
Ogoh-ogoh di Saparan Bekakak Ambarketawang Sleman, Jumat (17/7/2026).
Ogoh-ogoh di Saparan Bekakak Ambarketawang Sleman, Jumat (17/7/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Sleman -

Tradisi tahunan Saparan Bekakak kembali digelar siang ini di Ambarketawang, Gamping, Sleman. Cuaca yang sangat terik tak menyurutkan warga masyarakat untuk menyaksikan kirab tradisi ini.

Pantauan detikJogja, Jumat (17/7/2026), warga sudah berdatangan dan memadati venue acara di lapangan kantor kalurahan Ambarketawang sejak pukul 12.30 WIB. Beberapa peserta kirab pun sudah bersiap di lapangan dengan kostum dan ogoh-ogohnya.

Deretan ogoh-ogoh setinggi rata-rata 5 meteran dari peserta kirab dipajang rapi di depan panggung. Para pengunjung pun berebut untuk berfoto dengan ogoh-ogoh berwajah seram. Makin siang, makin panas, tapi makin ramai masyarakat yang datang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya di lapangan, di kanan-kiri jalan Wates pun sudah dipadati warga yang akan menyaksikan kirab. Barisan Warga memanjang ke timur sejalan dengan rute kirab.

ADVERTISEMENT

Ketua Panitia Saparan Bekakak Ambarketawang, Wahyu Saktiaji, mengatakan tahun ini saparan Bekakak bertema 'Menjaga Tradisi Merajut Harmoni'.

"Karena banyaknya orang yang sekarang punya kepentingan masing-masing, kami menginginkan bahwa ini tetap harus tradisi terjaga. Harmoni yang sekarang mulai bagus harus kita rangkai menjadi sebuah tuntunan dan tontonan," terang Ketua Saparan Bekakak Ambarketawang, Wahyu Saktiaji, saat ditemui di Kantor Kalurahan Ambarketawang.

Ogoh-ogoh di Saparan Bekakak Ambarketawang Sleman, Jumat (17/7/2026).Ogoh-ogoh di Saparan Bekakak Ambarketawang Sleman, Jumat (17/7/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Sebelum puncak prosesi yakni kirab Saparan Bekakak dari Kantor Kalurahan Ambarketawang menuju Situs Gunung Gamping, lebih dulu digelar ritual doa untuk dua pasang boneka bekakak. Setelahnya, dua boneka bekakak dikirab keluar dari Kantor Kalurahan Ambarketawang.

Pukul 15.15 WIB, rombongan kirab yang didahului bregada prajurit memulai perjalanan. Diikuti pejabat dengan berkuda dan andong. Lalu terakhir rombongan ogoh-ogoh di barisan paling belakang.

"Kalau rombongan kita peserta maksimal untuk tahun ini hanya 25, itu termasuk dengan ada tradisi dan yang lain hanya 9 kelompok, itu pun dari masyarakat Ambarketawang. Karena kita lebih dari itu saya rasa perizinan kita agak berat, agak berat karena kondisi jalan kita," papar Wahyu.

Untuk rute, rombongan kirab terlebih dahulu berjalan ke arah Jalan Wates. Setelahnya berjalan ke Timur menuju simpang tiga Ringroad Gamping. Setibanya di simpang tiga Ringroad Gamping lalu berjalan ke sisi selatan menyusuri jalan Brawijaya Ringroad.

Setelahnya belok ke arah barat melalui jalan Anggrek Tegalrejo. Rombongan kirab lalu belok ke Utara melalui jalan Gunung Gamping dan masuk ke area Situs Gunung Gamping.

"Rutenya tidak berubah. Tapi seiring dengan jalannya waktu ini kan sekarang kemacetan juga tingkatnya sudah luar biasa. Kami kemarin koordinasi dengan lintas sektoral untuk menjaga supaya masyarakat secara umum bisa tetap melalui walaupun tetap berjalan pelan," pungkasnya.



(ams/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads