Harga Sembako Jogja Hari Ini 6 Februari 2026: Daging-Telur Ayam Serentak Naik!

Harga Sembako Jogja Hari Ini 6 Februari 2026: Daging-Telur Ayam Serentak Naik!

Nur Umar Akashi - detikJogja
Jumat, 06 Feb 2026 13:46 WIB
Harga Sembako Jogja Hari Ini 6 Februari 2026: Daging-Telur Ayam Serentak Naik!
Ilustrasi pedagang ayam. Foto: Pedagang ayam di Pasar Sukaramai Medan (Kartika Sari/detikSumut)
Jogja -

Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum mungkin berubah tiap hari. Pergeseran angka tersebut mesti diketahui agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.

Dilansir Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 12.34 WIB, daging dan telur ayam ras segar serentak ngegas. Selain keduanya, tidak ada bahan pokok yang berubah harga.

Daging ayam naik 750 rupiah, dari Rp 37.250 menjadi Rp 38.000 per kilogram. Sejak awal Februari 2026, daging ayam sudah naik tiga kali. Pertama, pada 4 Februari, dari Rp 35.750 menjadi Rp 36.750. Kedua, pada 5 Februari, dari Rp 36.750 menjadi Rp 37.250 pada hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun daging ayam 'hanya' naik tipis, ternyata telur ayam lebih signifikan. Grafik PIHPS menunjukkan harganya melejit dari Rp 28.500 menjadi Rp 30.000 per kilogram. Itu artinya, ada kenaikan sebesar kurang lebih 5%.

Rata-rata harga telur ayam di seluruh Indonesia hari ini adalah Rp 31.450 sekilo. Provinsi dengan harga paling tinggi adalah Papua, yakni Rp 41.050. Sementara itu, harga telur ayam paling rendah berlaku di Jambi, yakni Rp 26.650/kg.

ADVERTISEMENT

Perlu diketahui, data PIHPS dihitung dari rata-rata harga di Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar lengkap harga sembako Jogja hari ini 6 Februari 2026 bisa dicek via poin-poin berikut.

Harga Sembako Jogja 6 Februari 2026 Versi PIHPS

Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.

  • Bawang merah ukuran sedang: Rp 42.750/kg
  • Bawang putih ukuran sedang: Rp 42.000/kg
  • Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
  • Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
  • Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
  • Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
  • Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
  • Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
  • Cabai merah besar: Rp 46.500/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 36.250/kg
  • Cabai rawit hijau: Rp 60.750/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 81.250/kg
  • Daging ayam ras segar: Naik dari Rp 37.250 menjadi Rp 38.000/kg
  • Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
  • Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
  • Gula pasir kualitas premium: Rp 18.400/kg
  • Gula pasir lokal: Rp 18.000/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 18.900/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
  • Telur ayam ras segar: Naik dari Rp 28.500 menjadi Rp 30.000/kg

Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah

Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:

1. Produksi (Internal)

Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.

2. Distribusi (Internal)

Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.

3. Sumber Pasokan (Internal)

Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.

4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)

Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.

5. Jumlah Pesaing (Eksternal)

Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.

Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Jumat, 6 Februari 2026. Sebagai catatan, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.

FAQ Harga Sembako

1. Kenapa cabai rawit naik terus?

Salah satu penyebabnya adalah musim hujan yang berkontribusi terhadap gagal panen. Faktor lainnya meliputi biaya distribusi dan permintaan pasar.

2. Satu kilo cabai rawit Jogja berapa hari ini?

Rawit hijau dibanderol Rp 60.750, sedangkan rawit merah dihargai Rp 81.250 per kilogram.

3. Berapa harga daging dan telur ayam?

Daging ayam naik menjadi Rp 38.000 per kilogram hari ini. Sementara itu, telur ayam dibanderol Rp 30.000/kg.




(par/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads