IHSG 'Kebakaran' Pagi Ini, Tak Sesuai Prediksi Purbaya

Nasional

IHSG 'Kebakaran' Pagi Ini, Tak Sesuai Prediksi Purbaya

Anisa Indraini - detikJogja
Senin, 02 Feb 2026 11:11 WIB
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan IHSG mencapai delapan persen ke posisi 8.261,79 imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Ilustrasi perdagangan saham. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jogja -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya memperkirakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat pembukaan bursa perdagangan pekan ini. Namun, begitu dibuka Senin (2/2) pagi, IHSG malah 'kebakaran'.

"Harusnya bursanya akan naik, jadi Anda nggak usah khawatir. (Perdagangan Senin nggak akan kebakaran?) Enggak lah, pasti naik lah," kata Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/1).

Dilansir detikFinance, Senin (2/2/2026), merujuk kepada data RTI, IHSG pukul 10.30 WIB berada pada level 7.919 atau melemah 410 poin (4,92%). Posisi itu semakin menurun dibandingkan pembukaan pada level 8.306.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya sempat menyatakan dirinya optimistis kondisi pasar saham Indonesia tidak akan terganggu karena sudah ada Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik yang menggantikan Iman Rachman usai mengundurkan diri pada Jumat (30/1).

ADVERTISEMENT

"Ada sistem otomatis yang langsung bisa menggantikan Dirut yang ada, dari direksi yang ada dengan cepat dan itu berjalan dengan baik. Itu membuktikan sistemnya sudah cukup baik, jadi nggak akan ada gangguan di bursa," tutur Purbaya.

Dengan begitu, Purbaya menilai investor akan fokus pada fundamental perekonomian Indonesia. Ia mengaku akan berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi pada level mendekati 6% tahun ini.

"Mereka akan lihat ke fundamental, kan fundamental ekonominya bagus, saya perbaiki terus. Akan membaik terus ke depan, tahun ini mungkin ekonominya bisa tumbuh, bisa saya dorong mendekati 6%," jelasnya.



(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads