Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum berpotensi berubah tiap hari. Pergeseran harga tersebut mesti diketahui masyarakat agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.
Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Senin, 12 Januari 2026, pukul 12.16 WIB, bawang merah ukuran sedang turun harga. Bersama bawang, 4 jenis cabai dan telur ayam ras juga merosot.
Bawang merah turun dari Rp 43.500 menjadi Rp 42.250 per kilogram. Penurunan sebesar 1.250 rupiah atau 2,87% ini adalah yang pertama sejak 2026 dimulai. Di tingkat nasional, rata-rata satu kilogramnya dibanderol Rp 47.450.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cabai merah besar yang kemarin Jumat (9/1) turun dari Rp 45.750 menjadi Rp 45.000 tercatat merosot lagi. Tidak tanggung-tanggung, angkanya jeblok 2.500 rupiah jadi Rp 42.500 di pasar-pasar tradisional Jogja.
Dibanding cabai merah besar, cabai merah keriting turun lebih ekstrem. Satu kilogramnya hari ini dibanderol Rp 32.500, turun 5 ribu rupiah ketimbang harga yang berlaku sebelumnya.
Duo cabai rawit juga turun. Rawit hijau anjlok dari Rp 67.500 menjadi Rp 61.250 per kilogram. Sementara itu, rawit merah terjun bebas dari Rp 42.000 menjadi Rp 37.500. Sebagai informasi, tepat satu minggu lalu, satu kilo rawit merah masih dipatok Rp 50.000.
Bahan pangan terakhir yang diketahui turun hari ini adalah telur ayam ras segar. Harganya menyusut 750 rupiah, dari Rp 29.750 menjadi Rp 29.000 per kilogram. Harga itu membuat DIY berada di peringkat 7 provinsi dengan harga telur ayam termurah seluruh Indonesia hari ini.
Perlu diketahui, data PIHPS bersumber dari harga di Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar harga sembako Jogja hari ini 12 Januari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.
Harga Sembako Jogja 12 Januari 2026 Versi PIHPS
Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.
- Bawang merah ukuran sedang: Turun dari Rp 43.500 menjadi Rp 42.250/kg
- Bawang putih ukuran sedang: Rp 39.500/kg
- Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
- Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
- Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
- Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
- Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
- Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
- Cabai merah besar: Turun dari Rp 45.000 menjadi Rp 42.500/kg
- Cabai merah keriting: Turun dari Rp 37.500 menjadi Rp 32.500/kg
- Cabai rawit hijau: Turun dari Rp 67.500 menjadi Rp 61.250/kg
- Cabai rawit merah: Turun dari Rp 42.000 menjadi Rp 37.500/kg
- Daging ayam ras segar: Rp 35.250/kg
- Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
- Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
- Gula pasir kualitas premium: Rp 18.250/kg
- Gula pasir lokal: Rp 17.000/kg
- Minyak goreng curah: Rp 18.000/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
- Telur ayam ras segar: Turun dari Rp 29.750 menjadi Rp 29.000/kg
Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah
Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:
1. Produksi (Internal)
Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.
2. Distribusi (Internal)
Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.
3. Sumber Pasokan (Internal)
Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.
4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)
Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.
5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.
Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Senin, 12 Januari 2026. Perlu diketahui, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.
(par/ams)












































Komentar Terbanyak
PM Israel Netanyahu Klarifikasi soal Pernyataannya yang Singgung Yesus Kristus
Momen Emak-emak di Jogja 'Hadang' Purbaya Minta MBG Disetop
Jemaah Salat Id di Masjid Gedhe Kauman Membeludak hingga Jalan