Bacok Pemotor hingga Jari Putus di Imogiri Bantul, 2 Remaja Diringkus

Bacok Pemotor hingga Jari Putus di Imogiri Bantul, 2 Remaja Diringkus

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 21 Okt 2026 15:52 WIB
Aerial View of a traffic in Hanoi, Vietnam
ilustrasi geng motor. Foto: iStock
Bantul -

Polisi menangkap dua remaja pria yang membacok remaja bermotor hingga jarinya putus di Jalan Imogiri Timur, Minggiran, Imogiri, Bantul. Sebelum beraksi, pelaku minum minuman keras dan sengaja berkeliling untuk melakukan 'serangan fajar'.

"Telah diamankan dua pelaku pengeroyokan menggunakan celurit di Jalan Imogiri Timur," kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Subihan Afuan Ardhi kepada wartawan di Bantul, Rabu (21/10/2026).

Dua pelaku masing-masing pria berinisial NHRR (17) dan AAR (17), keduanya warga Bantul dan masih berstatus sebagai pelajar. Keduanya ditangkap pelaku pada Senin (19/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga amankan barang bukti berupa satu unit motor, celurit sepanjang 70 sentimeter dan pakaian yang dikenakan pelaku," ujar Subihan.

Awalnya, NHRR ke rumah rekannya, RAR, menggunakan motor, Sabtu (3/10) sekitar pukul 21.00 WIB. Sesampainya di rumah RAR, ternyata sudah ada rekan-rekan lain dari NHRR dan berlanjut mengobrol sembari bermain smartphone.

ADVERTISEMENT

"Sekira pukul 22.00 WIB, NHRR diajak temannya ke rumah Z di Imogiri, Bantul," ucap Subihan.

NHRR mengiyakan ajakan tersebut dan langsung menuju ke rumah Z. Sesampainya di rumah Z, ternyata sudah berkumpul orang-orang yang sebagian dikenal NHRR.

"Kamudian mereka minum minuman keras sambil ngobrol dan main Hp," katanya.

Memasuki pukul 23.30 WIB, NHRR bersama dengan AAR keluar untuk mencari makan. Setelah selesai mencari makan, keduanya kembali ke gazebo di tengah sawah untuk melanjutkan minum minuman keras.

"Saat minum minuman keras itu, Z dan DF mengajak untuk melakukan 'serangan fajar' karena salah satu dari kelompok ada yang dirusuh orang lain," ujarnya.

Pada Minggu (4/10) pukul 01.30 WIB, kelompok tersebut berangkat untuk melakukan serangan fajar. Salah satu anggotanya ada yang membawa celurit yang sudah disiapkan oleh Z.

"Rombongan pelaku lalu menuju arah patung kuda Imogiri lalu ke arah barat untuk beli bensin dulu karena sebagian dari rombongan bensinnya hampir habis," ucapnya.

Setelah membeli bensin, rombongan kembali ke arah timur lalu sampai di patung kuda Imogiri ke arah utara. Sesampainya di Jalan Imogiri Timur, rombongan pelaku berpapasan dengan korban, FH (18), yang saat itu mengendarai motor berboncengan tiga.

"Saat itu korban menyalakan lampu hazard dan mengedim lampu utama. Karena dikira menantang, salah satu rombongan memepet motor korban dan mengayunkan celurit hingga mengenai jari tangan kanan korban," katanya.

Usai beraksi, rombongan pelaku balik arah dan berusaha mengejar korban hingga sekitar pasar sapi, Karangtalun, Imogiri, Bantul. Karena tidak menemukan korban, rombongan pelaku lalu kembali ke tempat mereka minum minuman keras.

"Korban lalu melaporkan kejadian itu tanggal 8 Oktober 2026 dan dua pelaku akhirnya tertangkap hari Senin kemarin," ujarnya.

Subihan menambahkan, saat ini kedua pelaku dititipkan ke Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR), Sleman. Kedua pelaku disangkakan Pasal 262 ayat (3) UU RI No.1 Tahun 2023 Tentang KUHP.

"Untuk ancaman hukumannya sembilan tahun penjara," ucapnya.

Berkaca dari kejadian tersebut, Subihan meminta kepada para orang tua agar lebih peduli terhadap keberadaan anak-anaknya. "Kalau bisa anaknya agar tidak pulang sampai larut malam untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan," katanya.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads