Massa mahasiwa dari berbagai kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendatangi gedung DPRD DIY, Malioboro, Kota Jogja, siang ini. Kedatangan massa mahasiswa itu untuk menyampaikan sejumlah aspirasi.
Pantauan detikJogja di lokasi, rombongan massa pertama tiba di halaman DPRD DIY sekitar pukul 12.00 WIB tadi. Dari informasi yang dihimpun detikJogja, massa yang pertama tiba itu dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Kemudian tiba rombongan massa berikutnya yang tidak memakai atribut kampus. Mereka memakai pakaian serba hitam. Mereka dari beberapa kampus dan membentangkan spanduk bertulisan 'Yogyakarta Melawan'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selang beberapa saat, rombongan massa yang lebih besar jumlahnya tiba di halaman gedung DPRD DIY. Massa yang berasal dari Universitas Islam Indonesia (UII) itu kompak mengenakan jas almamater biru. Mereka membawa bendera-bendera dan mobil pikap di depan rombongan.
Massa mahasiswa demo di depan gedung DPRD DIY, Malioboro, Kota Jogja, Selasa (20/10/2026) siang. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Selanjutnya tiba massa mahasiswa yang tak kalah banyak jumlahnya berasal dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berjas almamater merah. Massa mahasiswa UMY memilih bertahan di depan gerbang memenuhi Jalan Malioboro sambil berorasi.
Masing-masing massa membawa tuntutan masing-masing yang garis besarnya menyoroti beberapa kebijakan pemerintah hingga soal kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
"Rezim tidak memperdulikan kami, bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai rakyat Indonesia. Makanya kami berdiri di sini bukan hanya selesai dengan bapak-bapak," ujar salah satu orator di tengah aksi, Selasa (20/10/2026).
Massa secara bergantian berorasi di depan gedung DPRD DIY. Ketua DPRD DIY Nuryadi tampak menemui dan membersamai massa aksi.
Massa mahasiswa demo di depan gedung DPRD DIY, Malioboro, Kota Jogja, Selasa (20/10/2026) siang. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
"Kami menindaklanjuti aspirasi kalian semua. Dua tahun sudah berlalu pemerintahan kali ini, maka menjadi wajar kalau rakyat memberikan evaluasi," kata Nuryadi.
"Pesan kita adalah jangan terjadi kerusuhan bagaimanapun mahasiswa adalah pada saat nanti akan menggantikan kita semua, maka sampaikanlah aspirasi itu dengan cara benar," sambungnya.
Perlahan, sebagian massa mahasiswa mulai meninggalkan gedung DPRD DIY dan bergeser ke selatan menuju titik 0 Kilometer Kota Jogja.


