Disebut Tak Harmonis, Wabup Gunungkidul Bicara soal Hubungannya dengan Bupati

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 19 Okt 2026 14:46 WIB
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto. Foto: Dok. Joko Parwoto
Gunungkidul -

Wakil Bupati (Wabup) Gunungkidul, Joko Parwoto, buka suara soal hubungannya dengan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih usai hubungan keduanya disebut-sebut tidak harmonis.

"Saya meyakini bahwa hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati harus dibangun di atas prinsip saling menghormati, keterbukaan komunikasi, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama terhadap masyarakat," kata Joko dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja melalui pesan WhatsApp, Senin (19/10/2026).

Joko menilai perbedaan pandangan, penentuan prioritas kegiatan, maupun persoalan koordinasi merupakan hal yang dapat diselesaikan melalui mekanisme komunikasi kelembagaan yang profesional.

"Setiap persoalan sebaiknya diklarifikasi berdasarkan fakta dan ketentuan hukum, dengan tetap menjaga kehormatan seluruh pihak," ujarnya.

Joko juga menyatakan menghormati Bupati sebagai Kepala Daerah beserta kewenangan yang diberikan oleh undang-undang.

"Tapi pada saat yang sama, saya juga berharap agar kedudukan, fungsi, dan martabat jabatan Wakil Bupati memperoleh penghormatan sebagaimana dijamin dalam sistem hukum pemerintahan daerah," kata dia.

Dalam keterangan tertulisnya, Joko menyebut penghormatan terhadap jabatan publik merupakan bagian penting dari upaya menjaga kewibawaan institusi pemerintahan dan kepercayaan masyarakat.

"Saya tidak memiliki keinginan untuk memperpanjang perbedaan pandangan maupun membangun polemik yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Joko.

"Sebaliknya, saya berkomitmen untuk terus menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Wakil Bupati Gunungkidul berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan," imbuhnya.

Respons Parti Pengusung Bupati-Wabup Gunungkidul

Diberitakan sebelumnya, partai politik (parpol) pengusung Endah Subekti Kuntariningsih dan Joko Parwoto dalam Pilkada menilai hubungan antara keduanya harus tetap sejalan. Jika ada riak-riak kecil maka hal itu merupakan dinamika politik.

"Kalaupun terjadi riak-riak kecil, ya saya kira itu memang dinamika politik sering terjadi. Tetapi kalau untuk yang berkaitan dengan soal pelayanan, saya kira harus bersinergi, saling mensupport satu dengan yang lain, seperti itu," kata Ketua DPC PKB Kabupaten Gunungkidul, Arief Gunadi saat dihubungi detikJogja, Senin (19/10/2026).

Perlu diketahui, pasangan Endah-Joko diusung PDI Perjuangan, PKB dan Golkar dalam pilkada serentak tahun 2024. Arief menyebut telah mengetahui bahwa alasan Joko tidak menghadiri upacara hari jadi ke-196 Gunungkidul karena sakit.

"Kemarin saya juga mendengar informasi yang sudah viral itu, bahwa tidak hadirnya karena sakit gigi. Memang sakit gigi itu tidak opname tapi luar biasa rasanya dan tidak banyak yang menengok, tetapi penderitaannya luar biasa, apalagi kemarin katanya ke dokter ya," ucap anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul itu.

Sehingga, Arief menilai harus ada pemakluman terkait alasan Joko yang sakit gigi sehingga tidak bisa menghadiri rangkaian hingga upacara hari jadi Gunungkidul.

"Kalau sakit itu semua harus memaklumi, wong Tuhan saja memaklumi orang sakit, apalagi manusia. Tetapi argumentasi sakit itu kan harus juga dilihat, karena kan event-nya itu berkali-kali, gitu loh," katanya.

Arief pun berkelakar, bahwa dirinya saat ini tengah sakit gigi. Akan tetapi, hari ini Arief tetap masuk kantor di DPRD Kabupaten Gunungkidul.

"Karena saya juga sakit gigi ini tapi tetap mau ke kantor," katanya.

Menyoal hubungan antara Bupati dan Wabup saat ini, Arief menilai bahwa Bupati juga seorang politisi yang tentu sudah mempunyai kalkulasi politik dan juga kalkulasi birokrasi, serta standar pelayanan dan pelaksanaan tugas yang menurutnya sangat baik.

"Mas Joko juga, menurut saya, seorang akademisi profesional dan juga dia mau masuk ke dunia politik, tentu sudah dikalkulasi juga. Nah, kalau soal interaksinya itu baik-baik saja atau tidak, itu mungkin bisa dikonfrontir kepada orang yang lebih dekat dengan beliau-beliau," ujarnya.

"Karena kadang begitu kami mengusung, kemudian jadi, dilantik, ya sudah, nilai kebahagiaan saya di situ dan akan merasa sangat bahagia ketika mereka melaksanakan tugas itu sesuai dengan pokok fungsinya masing-masing, kalau saya memandangnya seperti itu," lanjut Arief.




(dil/ahr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork