Nasdem Soal Bupati-Wabup Gunungkidul: Tak Harmonis Nanti 'Broken Home'

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 19 Okt 2026 14:22 WIB
Endah-Joko bersama pimpinan partai koalisi di KPU Gunungkidul, Selasa (27/8/2024). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja
Gunungkidul -

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Gunungkidul, Suharno, menyebut hubungan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Gunungkidul tidak harmonis. Menurut dia, Wabup jarang hadir bersama Bupati saat rapat dan puncaknya Wabup absen dari rangkaian acara dan upacara hari jadi ke-196 Gunungkidul.

"Saya memandang tidak harmonis dan ini tidak baik untuk Gunungkidul. Kalau tidak harmonis ibarat keluarga nanti broken home," kata Suharno saat dihubungi detikJogja, Senin (19/10/2026).

Menurut dia, ketidakharmonisan tersebut karena kurang adanya kebersamaan antara Bupati Endah Subekti Kuntariningsih dan Wabup Joko Parwoto. Suharno mengibaratkan, keluarga seharusnya harmonis agar keluarganya tenteram.

"Begitu pula pemerintahan, jika Bupati dan Wakil Bupati yang dipilih bersama, humanis, rakyatnya juga senang. Saya juga melihat mereka jarang bersama-sama, tidak datang Hari Jadi Gunungkidul jadi polemik," ujarnya.

Suharno mengaku jarang melihat Bupati dan Wabup hadir bersama saat rapat. Suharno menilai kurangnya koneksi emosional atau chemistry di antara keduanya dalam memimpin Gunungkidul.

"Di rapat-rapat kalau kita lihat di media jarang kelihatan ada Wakil Bupati, jangan-jangan tidak diundang atau tidak hadir. Saya pernah lihat lagu Indonesia Raya di Gunungkidul tampaknya tidak bersama Wakil Bupati. Artinya kurang mesra sebagai chemistry, pada prinsipnya Bupati dan Wakil Bupati baik, hanya kurang senyum bersama," ucapnya.

Menurut Suharno, Bupati dan Wabup seharusnya duduk bersama untuk menyelesaikan polemik tersebut. Dia juga berharap keduanya saling berkoordinasi dalam menjalankan pemerintahan di Kabupaten Gunungkidul.

"Jadi duduk bersamalah, diskusi, jika sakit ditengok, sudah sembuh belum sakit giginya. Lalu jika sudah sembuh, ada tugas yang Pak Wakil Bupati jalankan hadiri gotong royong, 'kebetulan saya sebagai Bupati baru ada agenda lain', misal begitu," kata dia.

Mengenai ketidakhadiran Wabup dalam rangkaian acara dan upacara Hari Jadi Gunungkidul karena sedang sakit, Suharno tidak mempermasalahkan.

"NasDem menyikapi Wabup yang tidak hadir dalam kegiatan itu seperti karena sakit, jadi tidak mempermasalahkan karena sakit. Kan yang namanya orang sakit. Hanya pesan kami Bupati dan Wabup mitra kerja. Jangan hanya menyoroti tidak hadirnya di Hari Jadi, yang penting Bupati dan wabup harmonis dan membagi kerja sesuai fungsinya," ujar Suharno.

Suharno menambahkan, DPD NasDem Gunungkidul memerintahkan kepada anggota fraksinya di DPRD Gunungkidul untuk tidak menghadiri upacara Hari Jadi Gunungkidul. Sebab, NasDem tidak setuju adanya perubahan tanggal Hari Jadi Gunungkidul.

"Kalau di Nasdem saya sebagai Ketua DPD memerintahkan kepada fraksi kami tidak usah hadir. Kenepa? Karena kami Nasdem tidak sepakat merubah hari jadi dari bulan Mei menjadi Oktober," pungkasnya.




(dil/alg)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork