Nama Aldi Satya Mahendra kembali mencuat usai race MotoGP series di Sirkuit Mandalika pekan lalu. Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Wahyu Rusmayadi menyebut Aldi berpeluang naik ke kelas Moto2.
Namun, sebelum ke Moto2, Wahyu mengatakan Aldi perlu step-up selangkah demi selangkah. Pebalap belia Bantul itu diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dahulu di kelas World Supersport tahun depan (2027).
"Jadi harapannya dengan Aldi bisa lebih baik di tahun depan, targetnya adalah bisa top three championship sehingga mulai dari free practice, kemudian persiapan kita, kemudian program, itu bisa mendukung Aldi untuk bisa step up ke Moto2," ujar Wahyu di sela-sela Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2027 targetnya harus bisa jadi podium atau winner contender lah ya (di World Supersport). Sehingga dari situ, jadi punya potensi besar sebagai Indonesian hero, masuk ke dalam Moto2 tuh dengan prestasi langsung, ada di let's say di top three," lanjut Wahyu.
Sebenarnya, siapa Aldi Satya Mahendra? Berikut profil ringkasnya.
Biodata Aldi Satya Mahendra
- Nama lengkap: Aldi Satya Mahendra
- Panggilan: Aldi
- Tempat tanggal lahir: Bantul, 27 Juni 2006
- Orang tua: Dicky Hestu dan Desy Prasanti
- Pendidikan: SMA N 1 Pajangan, kemudian diteruskan ke SMA Gajah Mada
Perjalanan Balap Aldi Satya Mahendra
Dirangkum dari detikOto, Aldi lahir di Bantul, DIY, pada 27 Juni 2006. Ia adalah adik pebalap binaan Yamaha, Galang Hendra Pratama. Ayahnya adalah Dicky Hestu, sedangkan ibunya bernama Desy Prasanti.
Darah balapan mengalir deras di nadi Aldi. Mengingat, ayah, ibu, dan kakaknya semua pernah terjun ke dunia kecepatan.
Singkat cerita, Aldi digembleng ayahnya sejak masih kecil untuk menjadi pebalap. Ia sudah mengikuti kejuaraan ajang balap sejak tahun 2015 silam. Sederet prestasi telah dikantonginya sampai sekarang.
Pada 2019, Aldi berpartisipasi dalam Asia Road Racing Championship (ARRC). Ia mencatatkan namanya sebagai juara 1 ARRC Round 4 Suzuka International Circuit, Juara 3 ARRC Round 5 Zhuhai International Circuit, Juara 3 ARRC Round 6 Sepang International Circuit. Aldi keluar di posisi 6 klasemen akhir ajang itu.
Lompat ke 2023, Aldi Satya Mahendra mengikuti R3 bLU cRU Europan Championship. Berdasarkan dokumen resmi yang diunggah World SBK, rider Bantul satu ini keluar sebagai runner-up dengan total 177 poin. Sementara itu, juara disabet Emiliano Ercolani yang mengumpulkan 181 poin.
Hasil itu membuat karier Aldi melejit. Ia diberi kesempatan sebagai pebalap wild card di ajang World Supersport 300 Tahun 2023. Aldi memanfaatkannya dengan baik. Ia keluar sebagai pemenang race kedua di Sirkuit Autodrom Most, Ceko.
Pada 2024, Aldi dikontrak semusim penuh oleh BrCorse untuk turun di ajang WSSP300. Pebalap yang kini sudah berusia 20 tahun itu sukses memenangkan WSSP300 2024 dengan total poin 221. Prestasi ini menjadikan Aldi pebalap Indonesia pertama yang menang WSSP300.
Berlatih di Parkiran Mandala Krida
Sepak terjang Aldi tidak terlepas dari latihan kerasnya sejak kecil. Dibarengi sang kakak, Aldi kerap berlatih di parkiran Stadion Mandala Krida.
"Latihan sama kakaknya dari dulu memang bareng-bareng, kalau dulu cuma di parkiran Mandala Krida," ucap Dessy Prasanti, ibu Aldi, saat diwawancara wartawan, Senin (21/10/2024).
Selain Mandala Krida, Aldi juga berlatih di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Pasalnya, Jogja memang belum memiliki sirkuit permanen yang memadai untuk tempat berlatih.
"Kalau tidak di Mandala Krida kita ngalahi kontrak rumah di Sentul, di sana full latihan berdua kakak adik. Kenapa? Karena di Jogja tidak ada sirkuit," lanjutnya.
Nah, itulah sekilas mengenai profil Aldi Satya Mahendra, rider muda Bantul yang diproyeksikan naik Moto2.
