Video seorang karyawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Bantul yang diduga mengejak korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Karo menuai sorotan. Pegawai tersebut telah ditegur dan bakal memberikan klarifikasinya ke publik.
Koordinator Regional BGN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Wirandita Gagat Widyatmoko menyebut pegawai yang dimaksud merupakan pegawai SPPG di Dlingo, Bantu.
"Betul (pembuat video karyawan SPPG di Dlingo), yang bersangkutan berposisi sebagai pengawas keuangan," tutur Gagat saat dimintai konfirmasi, Minggu (20/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menindaklanjuti video viral itu, Gagat mengaku sudah memberikan teguran kepada SPPG yang bersangkutan. "Dari kami juga sudah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan," jelasnya.
Di sisi lain, Gagat telah meminta kalrifikasi terhadap yang bersangkutan. Nantinya, hasil klarifikasi itu bakal disampaikan oleh yang bersangkutan maupun SPPG.
"Yang bersangkutan juga sudah diklarifikasi oleh jajaran kami dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari SPPG yang bersangkutan," ujarnya.
Pihaknya menegaskan setiap kejadian yang menyangkut keamanan pangan dan berdampak kepada penerima manfaat harus disikapi serius dan rasa kemanusiaan. Pihaknya pun menyayangkan pernyataan oknum pegawai SPPG tersebut.
"Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas dan saling menghormati," katanya.
Pihaknya berharap peristiwa di suatu daerah harus menjadi perhatian serius dan pembelajaran bagi dapur MBG lainnya. Jangan sampai penerima manfaat menjadi bahan candaan atau olok-olok yang bisa melukai pihak yang sedang menghadapi kondisi sulit.
"Kami mengajak seluruh jajaran untuk saling menghormati. Ketika ada saudara kita, penerima manfaat, atau masyarakat yang diduga terdampak suatu kejadian, respons pertama kita seharusnya adalah empati, bukan menghakimi. Jadikan setiap kejadian sebagai pembelajaran untuk memperbaiki pelayanan dan memperkuat pencegahan," ujarnya.
Dinilai Coreng Citra MBG
Di sisi lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, juga menyayangkan beredarnya video tersebut. Dia menyebut video tersebut mengganggu upaya Pemkab Bantul untuk membangun kepercayaan masyarakat terkait program MBG.
"Dan yang jelas hal tersebut mengganggu upaya Pemkab untuk terus membantu BGN membangun kepercayaan masyarakat terhadap program makan MBG di Bantul," ucapnya.
Sebagai informasi, video pegawai SPPG itu salah satunya diunggah akun Instagram @reset.feeds. Video itu memperlihatkan pria tersebut tengah mengonsumsi ayam.
"Keji dan nirhati! Di saat ratusan siswa di Berastagi terbaring sakit akibat keracunan MBG oknum pegawai BGN bernama Gerardus Permanaditya malah bikin konten video makan ayam goreng yang diduga kuat mengejek Febiona Purba, siswi yang sempat kejang hingga hilang ingatan," demikian unggahan itu dilihat detikJogja.
"Kelakuan yang dinilai sama sekali tak punya empati ini langsung memancing murka publik Tak butuh waktu lama, netizen berqerak cepat menguliti akun media sosial hingga melacak keberadaan sang pegawai," lanjut akun tersebut.
