Viral Karyawan SPPG Bantul Diduga Ejek Korban Keracunan MBG, BGN Beri Teguran

Viral Karyawan SPPG Bantul Diduga Ejek Korban Keracunan MBG, BGN Beri Teguran

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Minggu, 20 Sep 2026 08:48 WIB
Ilustrasi MBG
Ilustrasi MBG. Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva
Bantul -

Viral video seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul yang diduga mengejek korban keracunan makan bergizi gratis (MBG). Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan sudah memberikan teguran kepadanya.

"Dari kami juga sudah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan," kata Koordinator Regional BGN Daerah Istimew Yogyakarta, Wirandita Gagat Widyatmoko, saat dimintai konfirmasi, Minggu (20/9/2026).

Diketahui, video yang diunggah akun Instagram @reset.feeds memperlihatkan pria itu diduga mengejek korban keracunan MBG yang mengajak hilang ingatan di Karo, Sumatera Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keji dan nirhati! Di saat ratusan siswa di Berastagi terbaring sakit akibat keracunan MBG oknum pegawai BGN bernama Gerardus Permanaditya malah bikin konten video makan ayam goreng yang diduga kuat mengejek Febiona Purba, siswi yang sempat kejang hingga hilang ingatan," demikian unggahan itu dilihat detikJogja hari ini.

ADVERTISEMENT

"Kelakuan yang dinilai sama sekali tak punya empati ini langsung memancing murka publik Tak butuh waktu lama, netizen berqerak cepat menguliti akun media sosial hingga melacak keberadaan sang pegawai," lanjut akun tersebut.

Wirandita membenarkan bahwa pria itu merupakan pegawai SPPG di Dlingo, Bantul.

"Betul (pembuat video karyawan SPPG di Dlingo), yang bersangkutan berposisi sebagai pengawas keuangan," tuturnya.

Selain itu, Gagat juga mengaku telah melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan. Menurutnya, hasil klarifikasi itu akan disampaikan baik dari pelaku maupun SPPG.

"Yang bersangkutan juga sudah diklarifikasi oleh jajaran kami dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari SPPG yang bersangkutan," ujarnya.

Di sisi lain, Gagat menegaskan bahwa setiap kejadian yang menyangkut keamanan pangan dan berdampak kepada penerima manfaat harus disikapi dengan serius, penuh empati, dan rasa kemanusiaan.

"Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas dan saling menghormati," katanya.

Menurutnya, kejadian di satu wilayah harus menjadi perhatian dan pembelajaran bagi seluruh jajaran SPPG di wilayah lainnya. Gagat tidak ingin adanya kejadian yang menimpa penerima manfaat justru menjadi bahan candaan, olok-olok, atau komentar yang dapat melukai pihak yang sedang menghadapi kondisi sulit.

"Kami mengajak seluruh jajaran untuk saling menghormati. Ketika ada saudara kita, penerima manfaat, atau masyarakat yang diduga terdampak suatu kejadian, respons pertama kita seharusnya adalah empati, bukan menghakimi. Jadikan setiap kejadian sebagai pembelajaran untuk memperbaiki pelayanan dan memperkuat pencegahan," ujarnya.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, mengaku menyayangkan beredarnya video tersebut. Ia berkata munculnya video tersebut mengganggu upaya Pemkab Bantul untuk membangun kepercayaan masyarakat terkait program MBG.

"Dan yang jelas hal tersebut menggangu upaya Pemkab untuk terus membantu BGN membangun kepercayaan masyarakat terhadap program makan MBG di Bantul," ucapnya.



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads