Mahasiswa UGM Kembangkan Baterai Berbahan Limbah Jerami dan Grafit

Mahasiswa UGM Kembangkan Baterai Berbahan Limbah Jerami dan Grafit

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 24 Sep 2026 14:10 WIB
Warga mengumpulkan jerami padi untuk pembuatan pakan ternak di Desa Balane, Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (24/5/2024). Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) setempat mengembangkan pakan ternak berbasis bahan lokal seperti limbah jerami padi, jagung, kelor, dedak, bungkil sawit, dan tepung ikan yang memiliki daya simpan yang cukup lama, berbiaya murah dan dapat menekan ongkos pakan hingga 40 persen. ANTARA/Basri Marzuki/foc.
Ilustrasi jerami padi. Foto: ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI
Jogja -

Lima mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) tengah mengembangkan baterai berbahan jerami. Jerami dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan material karbon.

"Temuan ini menjadi hasil pendahuluan bagi Tim Carbonova untuk terus melakukan optimasi terhadap material dan sistem baterai yang dikembangkan," ungkap Gilang Romadhon, mahasiswa elektrokimia UGM, dikutip dari situs UGM, Kamis (24/9/2026).

Penelitian ini merupakan hasil dari tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Carbonova yang terdiri dari lima mahasiswa asal Banyumas di UGM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gilang yang merupakan ketua Tim Carbonova mengatakan gagasan penelitian ini berangkat dari cara pandang sederhana terhadap limbah. Ia menilai sesuatu yang dianggap limbah sebenarnya masih memiliki potensi untuk menjadi solusi.

ADVERTISEMENT

"Melalui penelitian ini, kami mencoba mengubah limbah menjadi material bernilai bagi masa depan energi," ujarnya.

"Kita berupaya menciptakan alternatif atas keterbatasan teknologi baterai saat ini dengan menghadirkan material anoda baterai ion-natrium yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memanfaatkan sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal," sambungnya.

Dalam pengembangannya, jerami padi dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan material karbon, sementara limbah grafit dimanfaatkan untuk membantu merekayasa struktur material tersebut.

Dari situ, tim mengembangkan material tersebut melalui serangkaian tahapan penelitian hingga menghasilkan material kandidat anoda baterai ion-natrium yang selanjutnya diuji karakteristik dan respons elektrokimianya.

Tim menemukan material yang dikembangkan itu mampu memberikan reaksi elektrokimia. Gilang mengatakan timnya mengembangkan sekaligus memperbaiki penelitian-penelitian terdahulu yang telah membahas potensi hard carbon sebagai material anoda baterai.



(afn/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads