Jalur Jalan lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 yang menghubungkan Kretek Bantul dengan Girijati Gunungkidul mulai diuji coba hingga sepekan ke depan. Warga antusias menjajal melewati ruas jalur ini, bahkan ada yang datang dari Kutoarjo, Jawa Tengah.
"Saya tahu dari medsos kalau Kelok 23 dibuka, terus karena kebetulan lagi berkunjung ke Kutoarjo saya ke sini saja biar tidak penasaran," kata salah seorang pemotor yang menjajal Kelok 23, Titik (55), warga Cikarang, Jawa Barat, kepada wartawan di Kretek, Bantul, Senin (14/9/2026).
Pantauan detikJogja di simpang empat Kretek, Bantul, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, tampak banyak motor dan mobil yang mengantre di belakang water barrier yang dipasang horizontal. Berdasarkan pantauan siang ini, ada ratusan pengendara yang mengantre untuk masuk ke Kelok 23.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki pukul 10.27 WIB, petugas memindahkan water barrier sebagai tanda mulainya uji coba Kelok 23. Tampak ratusan pemotor antusias melintasi jalur tersebut, beberapa pemotor juga tampak melambaikan tangan atau memegang smartphone untuk mengabadikan momen tersebut.
Baca juga: JJLS Kelok 23 Mulai Diuji Coba Hari Ini |
Selain pengguna kendaraan bermotor, tampak pula pesepeda yang menjajal Kelok 23. Selain itu, terpasang pula pembatas ketinggian kendaraan.
Salah satu pemotor yang menjajal Kelok 23, Titik (55), sengaja motoran dari Kutoarjo, Jawa Tengah, ke Bantul untuk mencoba ruas jalan ini.
Titik menilai Kelok 23 menawarkan pemandangan alam yang indah. Menurutnya, hal itu yang membuatnya semakin penasaran seperti apa aslinya pemandangan tersebut.
"Katanya kan pemandangannya bagus, dan ternyata tadi memang bagus," ujarnya.
Wanita berhijab ini juga mengaku setelah menjajal Kelok 23 hendak menyusuri jalur jalan lintas selatan (JJLS) hingga ke Gunungkidul.
"Ini nanti saya sekalian mau ke Gunungkidul, karena ini katanya bisa tembus sampai Pacitan, Jawa Timur," ucapnya.
Pemotor lainnya, Yuni (56), warga Kretek, Bantul, mengaku sengaja mengantre di simpang empat Kretek untuk menjajal jalur Kelok 23. Yuni menilai menjajal Kelok 23 yang pertama menjadi hal yang berkesan.
"Senang bisa mencoba pertama kali, kalau yang pertama kan sensasinya gimana gitu," katanya.
Sementara itu, Permono (32), warga Seturan, Depok, Sleman, mengatakan kedatangannya untuk mencoba Kelok 23 karena penasaran. Terlebih, sehari-hari Permono bekerja di Bantul.
"Penasaran aja apalagi saya kerjanya di Bantul dan lapangan kan jadi sekalian mencoba dan menghafalkan jalan di Bantul," ujarnya.
Permono juga mengaku telah menjajal Kelok 23 hingga Girijati, Purwosari, Kretek, Bantul. Permono menyebut pemandangan selama menyusuri Kelok 23 sangat memanjakan mata.
"Pemandangannya bagus, saya sudah sampai Girijati juga tadi dan ada gardu pandangnya. Menurut saya cocok kalau lewat Kelok 23 sore-sore karena bisa lihat sunset," ucapnya.
Uji coba JJLS Kelok 23 menghubungkan Bantul dan Gunungkidul, Senin (14/9/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja |
Periode Uji Coba
Kepala Satker PJN DIY, Tisara Sita, mengungkapkan momen uji coba Kelok 23 ini untuk memperhitungkan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Oleh karena itu, selama pelaksanaan trial open traffic ini tidak akan berlaku selama 24 jam.
"Uji coba Kelok 23 dilaksanakan selama tujuh hari mulai tanggal 14 sampai dengan 20 September 2026. Uji coba ini mulai pukul 06.00 sampai dengan 18.00 WIB dan kendaraan yang diperbolehkan melintas adalah kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat," ujar Tisara.
Tisara melanjutkan, kendaraan besar untuk sementara memang belum diperkenankan melintas. Pembatasan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pada bagian akhir jalan baru ini masih terdapat pekerjaan lanjutan yang masih berjalan.
"Pembatasan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga keselamatan pengguna jalan maupun para pekerja yang masih melaksanakan pekerjaan di lapangan," katanya.
Oleh karena itu, Tisara meminta pengendara untuk mematuhi ketentuan selama masa trial open traffic. Di mana salah satunya mengikuti rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.
"Dan juga tidak berhenti atau parkir atau bahkan berjualan di sepanjang jalan serta senantiasa mengutamakan keselamatan dalam berkendara," ujarnya.
Tisara menyebut adanya Kelok 23 ini bisa memangkas waktu tempuh pengendara yang melewati jalur Girijati-Kretek. "Memang secara waktu tempuh kalau melalui jalan yang lama itu hanya selisih sedikit yakni empat menit," jelasnya.
Pihaknya pun menyarankan pengendara untuk melintasi ruas Kelok 23 ini. Selain lebih cepat, juga karena faktor keselamatan di jalan.
"Secara aspek keselamatan jalan, keamanan pengguna jalan juga jauh lebih berkeselamatan di Kelok 23. Apalagi secara view atau pemandangan itu lebih terlihat sangat cantik kalau lewat Kelok 23," ujarnya..
Selama periode uji coba, Tisara juga akan melakukan pemantauan dan pengumpulan berbagai informasi terkait kondisi lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, kondisi perkerasan, drainase, rambu dan marka, serta fasilitas pelengkap jalan lainnya.
"Selanjutnya, evaluasi pelaksanaan uji coba Kelok 23 akan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2026. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan tindak lanjut terhadap pengoperasian Kelok 23," ucapnya.

