Pemerintah terus menambah intensitas uji coba Malioboro menjadi kawasan full pedestrian. Terbaru, kini diterapkan uji coba pembatasan akses dari dan ke Malioboro lewat Jalan Ketandan dan Beskalan. Kebijakan ini dilakukan tiap hari Rabu dan Kamis.
"Pemerintah kota sudah melakukan percobaan untuk penutupan full pedestrian, tapi di tidak secara langsung, tapi per bagian," kata Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan saat ditemui di kompleks Kepatihan Kota Jogja, Rabu (9/9/2026).
Dia mengatakan uji coba ini sudah dilakukan sejak Agustus sebagai lanjutan pemasangan portal sirip-sirip Malioboro atau Regol Ayom. Wawan menjelaskan, Regol Ayom di Beskalan dan Ketandan ditutup selama 13 jam setiap hari Rabu dan Kamis sehingga kendaraan bermotor jenis apapun tidak bisa melintas di dua jalan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap hari Rabu dan Kamis jam 09.00 (pagi) sampai jam 10.00 malam, itu berlaku di Ketandan dan seberangnya, Beskalan. Itu yang sudah kita lakukan, dan itu sudah berlangsung 4 kali ini," ungkap Wawan.
Baca juga: Menanti Janji Malioboro Ramah ke Difabel |
"Sudah rutin sudah 4 kali ini, sudah mulai Agustus kemarin kan. Kita coba tutup tiap Rabu dan Kamis, sirip-siripnya. (Tidak bisa) Melintas dari timur-barat," sambungnya.
Kebijakan ini, lanjut Wawan, akan dievaluasi berkala. Dari pelaksanaannya tiga pekan terakhir, menurutnya situasi tergolong kondusif.
"(Kenapa Rabu dan Kamis?) yang tidak terlalu penuh lah. Kita juga evaluasi bagaimana dampak daripada itu. Jadi sekilas sementara ini 3 kali masih cukup kondusif," paparnya.
Lebih lanjut Wawan menyampaikan, pihaknya perlahan juga akan menambah intensitas uji coba. Mulai dari penambahan jalan yang ditutup hingga penambahan harinya.
"Kita nggak buru-buru, jadi benar-benar, supaya semua kondusif lah. Tentu kami mendengar aspirasi masyarakat," pungkasnya.
