Selain di SDN 1 Sumberagung, Keracunan MBG Bantul Meluas ke 3 Sekolah Lain

Selain di SDN 1 Sumberagung, Keracunan MBG Bantul Meluas ke 3 Sekolah Lain

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 09 Sep 2026 15:19 WIB
Suasana SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul, Selasa (8/9/2026).
Suasana SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul, Selasa (8/9/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak hanya menimpa siswa di SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul. Murid di tiga SD lain di Jetis juga menjadi korban.

"Setelah ditindaklanjuti, yang awalnya itu hanya di SDN 1 Sumberagung ternyata melebar ke tiga SD di Jetis," kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bantul, Pramu Diananto Indratriatmo, kepada wartawan di SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul, Rabu (9/9/2026).

Tiga SD itu, adalah SD Patalan, SD Sawahan, dan SD Kembangsongo. Namun, korban di tiga sekolah itu tidak sebanyak SDN 1 Sumberagung. Mereka menerima MBG dari SPPG yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paling banyak tetap di SDN 1 Sumberagung. Selain itu, SPPG penyalur MBG ke beberapa SD itu sama dengan yang menyalurkan MBG ke SDN 1 Sumberagung," ujarnya.

Oleh sebab itu, Pramu meminta SPPG di Bantul agar meningkatkan pelayanan kepada murid-murid penerima MBG. Salah satunya pengolahan makanan harus betul-betul sesuai dengan SOP.

ADVERTISEMENT

"Jadi layanilah anak-anak kami di Bantul ini dengan baik. Tidak hanya mencari untung, tapi juga layani mereka, menu makanannya, cara mengolahnya harus sesuai SOP sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi kedepannya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto membenarkan adanya tiga SD lain di Jetis yang murid-muridnya keracunan MBG. Para siswa di tiga SD itu juga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu MBG pada Jumat (4/9).

"Betul, untuk di SD Patalan Baru ada 5 murid, SD Sawahan 2 murid dan SD Kembangsongo ada 3 murid yang mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi itu (MBG)," katanya.

Namun, Samsu mengatakan bahwa murid-murid yang keracunan MBG di tiga SD itu sudah terkondisi semua. Bahkan beberapa tidak sampai tidak perlu mendapat penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

"Gejala mereka juga sama seperti yang di sana (SDN 1 Sumberagung), diare, pusing. Tapi tidak ada yang sampai rawat inap, wong tidak sampai faskes juga hanya rawat di rumah dan sudah membaik," ujarnya.

Di sisi lain, Samsu menyebut bahwa Dinkes telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE). Di mana hasilnya ternyata murid-murid yang mengalami keracunan menyantap MBG pada hari Jumat pekan lalu.

"Sama terus hasil PE kami, penyelidikan epidemiologi mengindikasikan mereka mengalami gejala sama setelah mengonsumsi itu (MBG)," ucapnya.

"Menunya yang mana kami belum bisa memastikan. Tapi kami sudah ambil sampel makanannya dan dikirim untuk uji laboratorium hari Senin (7/9/2026), hasilnya biasanya keluar sekitar dua pekan lagi," katanya.

Diketahui, sekitar 50 siswa dan 1 guru di SDN 1 Sumberagung mengalami keracunan makanan usai menyantap MBG pada Jumat (4/9). Hingga Selasa (9/9) ada 32 siswa yang masih absen yang mana 2 di antaranya masih opname. Sedangkan untuk hari ini, tercatat belasan siswa tidak masuk sekolah, satu di antaranya masih dirawat inap.

"Untuk yang tidak berangkat hari ini ada 11 murid," kata Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi kepada wartawan di Jetis, Bantul, Rabu (9/9).

"Yang opname kan dua murid, tapi hari ini ada yang satu sudah keluar, sudah pulang. Jadi tinggal satu lagi (yang rawat inap)," ujarnya.



(afn/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads