Respons MI Yappi Soal Pengakuan 2 ABG Bakar Ruang Guru gegara Dendam Dibully

Respons MI Yappi Soal Pengakuan 2 ABG Bakar Ruang Guru gegara Dendam Dibully

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 24 Agu 2026 14:15 WIB
Suasana Madrasah Ibtidaiyah Yappi Natah, Nglipar, Gunungkidul, Senin (24/8/2026).
Suasana Madrasah Ibtidaiyah Yappi Natah, Nglipar, Gunungkidul, Senin (24/8/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yappi Natah, Nglipar, Gunungkidul buka suara terkait pengakuan 2 perempuan kakak beradik yang diamankan karena membakar sejumlah ruang sekolah karena menjadi korban bully. Pihak MI menyatakan pengakuan itu merupakan versi dari yang bersangkutan, meski, MI Yappi Natah mengaku guru yang dimaksud dalam BAP telah dimutasi.

Kepala MI Yappi Natah, Nglipar, Dedy Irawan, mengatakan bullying itu merupakan pengakuan perempuan berusia 15 tahun yang membakar MI beberapa hari lalu. Sehingga bullying itu merupakan anggapan dari pelaku.

"Jadi yang dimaksud bullying itu sendiri kami juga belum tahu persisnya bullying seperti apa. Karena begini, misalnya saya sampaikan itu benar bullying, versi anak ya. Tapi gojekan (bercanda) itu ada yang menganggapnya bullying ada yang tidak, namanya juga anak-anak," katanya saat ditemui di MI Yappi Natah, Nglipar, Gunungkidul, Senin (24/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dedy juga mengaku apa yang pelaku alami belum diketahui merupakan perundungan atau tidak. Mengingat dari catatan hanya gojekan saja dan apakah itu termasuk bullying atau tidak juga Dedy belum bisa mengklasifikasikannya.

ADVERTISEMENT

"Namanya juga anak-anak, makanya dalam konteks bullying yang dimaksud itu saya sendiri saya belum bisa jawab. Saya tidak mengerti yang dimaksud dalam BAP itu," ujarnya.

Di sisi lain, Dedy mengaku memang sempat ada guru yang terkena mutasi. Di mana guru itu kemungkinan adalah guru yang sempat pelaku sebut melakukan pemukulan.

"Guru yang dimaksud juga sudah mutasi dari sini (MI Yappi Natah Nglipar)," ucapnya.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yappi Natah, Nglipar, Gunungkidul, Dedy Irawan, ditemui Senin (24/8/2026).Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yappi Natah, Nglipar, Gunungkidul, Dedy Irawan, ditemui Senin (24/8/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkap motif kakak beradik perempuan membakar ruang dapur dan guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yappi, Natah, Nglipar, Gunungkidul karena dendam pernah menjadi korban bullying. Polisi masih mendalami kebenaran tersebut karena keterangan masih dari satu pihak.

"Motifnya kekecewaan dan berujung dendam karena pelaku yang 15 tahun pernah jadi korban bullying sesama murid maupun ada pemukulan daripada guru," kata Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto kepada wartawan di Polres Gunungkidul, Jumat (21/8).

Bullying itu, lanjut Tri, terjadi saat pelaku perempuan 15 tahun mengenyam pendidikan di MI tersebut, tepatnya tujuh tahun yang lalu. Namun karena kejadian itu pelaku tersebut memilih tidak melanjutkan sekolah di MI Yappi, Natah, Nglipar.

"Jadi sebetulnya anak ini dulu pernah sekolah di tempat tersebut, namun kelas satu atau kelas dua sudah tidak melanjutkan sekolah di situ," ujarnya.

Akan tetapi, terkait pengakuan dari pelaku masih polisi dalami lagi. Mengingat pengakuan tersebut masih bersifat sepihak.

"Tapi itu baru sebatas pengakuan, tapi belum kita tindak lanjuti lebih lanjut. Nah, kalau itu benar akan kita tindaklanjuti," ucapnya.



(apu/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads