Polisi Usut Pengakuan 2 ABG Bakar Madrasah Gunungkidul gegara Dendam Dibully

Polisi Usut Pengakuan 2 ABG Bakar Madrasah Gunungkidul gegara Dendam Dibully

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 23 Agu 2026 07:38 WIB
Petugas saat mendatangi lokasi MI Yappi di Natah, Nglipar, Gunungkidul yang diduga dibakar oleh orang tidak dikenal, Rabu (19/8/2026).
Petugas saat mendatangi lokasi MI Yappi di Natah, Nglipar, Gunungkidul yang diduga dibakar oleh orang tidak dikenal, Rabu (19/8/2026). Foto: dok. Polsek Nglipar
Gunungkidul -

Pelaku pembakaran gedung madrasah di Gunungkidul mengaku melakukan aksinya karena dendam pernah jadi korban bully. Polisi masih mendalami kebenaran dari pengakuan pelaku.

Diketahui, kasus pembakaran Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yappi, Natah, Nglipar, Gunungkidul terjadi pada pada Rabu (19/8) pagi. Ada dua ruangan yang terbakar yakni dapur dan ruang guru.

Tak lama kemudian, polisi mengamankan kakak adik perempuan berusia 14 dan 15 tahun atas peristiwa tersebut. Polisi menyebut si kakak mengajak adiknya membakar madrasah itu karena dendam pernah dibully.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Motifnya kekecewaan dan berujung dendam karena pelaku yang 15 tahun pernah jadi korban bullying sesama murid, maupun ada pemukulan daripada guru," Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto di Polres Gunungkidul, Jumat (21/8/2026).

ADVERTISEMENT

Kasus bully itu disebut terjadi sekitar 7 tahun yang lalu saat si kakak bersekolah di madrasah tersebut. Anak itu juga mengaku keluar dari MI karena dibully.

"Jadi sebetulnya anak ini dulu pernah sekolah di tempat tersebut, namun kelas satu atau kelas dua sudah tidak melanjutkan sekolah di situ," ujarnya.

Namun Tri menyebut hal itu masih perlu didalami. Sebab pernyataan itu masih klaim sepihak.

"Tapi itu baru sebatas pengakuan, tapi belum kita tindak lanjuti lebih lanjut. Nah, kalau itu benar akan kita tindak lanjuti," ucapnya.

"Dendam, dia hanya menyampaikan dendam, dia jengkel. Bahkan sebetulnya dia pernah mengambil beberapa barang salah satunya jilbab di sekolah itu," katanya.

Meski begitu, aksi pembakaran disebut dilakukan secara spontan. Pelaku mengajak adiknya membakar gedung agar menarik perhatian.

"Spontan. Jadi ketika itu mengajak adiknya spontan, 'Kalau ini kita bakar pasti nanti jadi ramai' kata yang usia 15 tahun," ucapnya.

"Dari keterangan, solar didapatkan dari rumah kedua pelaku. Jadi dulu rumahnya pernah dapat bedah rumah dan ada sisa solar untuk penerangan (bahan bakar diesel)," ujarnya.

Tidak Ditahan

Polisi menyebut kakak adik yang menjadi pelaku pembakaran itu tidak ditahan. Pasalnya saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk dapat tidaknya kasus tersebut naik ke penyidikan, apalagi pelakunya masih anak-anak.

Selain karena masih berusia anak, Tri mengatakan saat ini prosesnya masih tahap penyelidikan. Sehingga belum bisa menerapkan pasal terhadap keduanya.

"Kami hanya sebatas untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa pidana dan nanti ke depan kita akan menghadirkan daripada para pihak, seperti dinas terkait. Karena ini menyangkut anak, otomatis harus ada pendampingan juga kan," ujarnya.

Kapolsek Nglipar, AKP Paryadi menambahkan, bahwa orang tua dari kedua pelaku merupakan keluarga dengan kategori miskin.

"Jadi kondisinya memang demikian dan kategori keluarga miskin, sehari-hari orang tua keduanya itu mencari rongsok," katanya.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads