Sejumlah hewan ternak berupa kambing dan unggas milik warga Sayangan, Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen, Gunungkidul mati diduga digigit anjing liar. Teror anjing liar ini pun jadi atensi warga dan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP)Kabupaten Gunungkidul.
Teror anjing liar ini awalnya terjadi pada awal bulan Agustus ini. Setelahnya teror berulang hingga terakhir terjadi pada Jumat (21/8) lalu.
"Kalau tidak salah kejadian pertama pada malam Rabu sekitar 21 hari yang lalu dan kejadian lagi kemarin. Kejadian demi kejadian kurang lebih berselang 14 hari,dengan kebiasaan yang sama, waktu yang juga dan hampir bersamaan. Sepertinya rute yang dilalui juga sama," ungkap Ketua Jaga Warga Dusun Sayangan, Teguh Sayogi, saat dihubungi, Sabtu (22/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teguh mengatakan insiden ini menewaskan tiga ekor kambing dan satu unggas.
"Warga yang menjadi korban ada 2 ekor kambing mati digigit anjing. Juga ada 1 ekor kambing dan 1 unggas (mati) pada beberapa malam lalu," ujar Teguh
Dia mengatakan anjing liar itu diduga beraksi pada malam hari. Anjing liar itu diduga tak hanya satu.
"Karena serangan anjing, dan terpantau anjing ada dua ekor dengan warna satu putih besar dan satu hitam ukuran sedang. Kejadian rata-rata pukul 23.30-01.30 WIB. Kebiasaan anjing tersebut mendatangi dan menyerang ternak kambing yang habis beranak, tapi yang menjadi korban biasanya kambing yang diikat di luar kandang," jelasnya.
Warga yang resah diteror anjing liar itu pun akhirnya melakukan ronda malam. Hal ini guna mencegah teror anjir liar terjadi lagi.
"Kami adakan ronda tiap malam, warga cukup memantau dan menginfokan jika melihat agar kami bisa cepat ke sumber info untuk berusaha menangkapnya," ucapnya.
Di sisi lain, teror anjing liar ini juga jadi atensi DPP Kabupaten Gunungkidul. Dinas melakukan surveilans atau pengawasan dan meminta para peternak menjaga keamanan kandangnya.
"Melakukan surveilans. Surveilans dilakukan oleh UPT Puskeswan Playen terkait kapan kejadian, hewan pelaku dan ternak yang menjadi kurban," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) DPP Gunungkidul, Retno Widyastuti saat dihubungi detikJogja, Minggu (23/8) malam.
Selain itu, DPP meminta kepada peternak di Playen memasang lampu penerangan di kandang. Retno berpesan jika ada ternak yang diperlihara ada di ladang agar sementara dipindahkan ke rumah dulu.
"Diimbau peternak memperkuat kandang ternak. Kami juga secara berkala akan melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.
