Pelaku Begal Payudara Masih Bergentayangan di Sewon Bantul

Pelaku Begal Payudara Masih Bergentayangan di Sewon Bantul

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 01 Sep 2026 07:00 WIB
Ilustrasi berlari
Ilustrasi. Foto: Getty Images/Dmitry Belyaev
Bantul -

Kejahatan begal payudara masih menjadi teror di wilayah Sewon, Bantul. Dalam sepekan di Agustus ini, tercatat sudah dua wanita menjadi korban kekerasan seksual jalanan tersebut. Terbaru, seorang wanita yang tengah berlari menjadi korban.

Teror Begal Payudara

Kasus begal payudara di Sewon, Bantul sudah dua kali terjadi dalam sepekan pada Agustus 2026 di wilayah Sewon, Bantul. Kedua orang yang menjadi korban yakni sama-sama wanita yang sedang lari pagi. Hingga kini pelakunya masih misterius.

Terbaru, aksi begal payudara dialami oleh seorang wanita saat lari pagi di Sewon, Bantul, Jumat (28/8). Kejadian itu diunggah di akun sosial media Instagram oleh akun @merapi_uncover. Korban yang saat itu tengah joging di depan IPAL Sewon menjadi korban pelecehan pada Jumat (28/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ceritanya saya setiap pagi lari pagi sama suami di rute dekat rumah, rute yang kami lewati pun selalu berubah-ubah tapi masih di sekitar dekat rumah, tadi pagi seperti biasa kami berencana lari pagi dari rumah ke arah lapangan pendowo, lewat depan pengolahan Limbah IPAL sewon, jalan nya memang bisa di bilang lumayan sepi, saya yang biasa nya selalu jalan kaki barsebelahan sama suami," tulis akun Instagram @merapi_uncover seperti dilihat detikJogja, Sabtu (29/8/2026).

Hanya saja korban kemudian lari agak cepat sehingga suaminya tertinggal. Pada saat berlari sendiri korban kemudian menjadi korban begal payudara.

ADVERTISEMENT

"Payudara saya secara tiba-tiba di pegang oleh orang yg tidak di kenal," lanjut akun tersebut.

Kapolsek Sewon, AKP Sutrisno mengatakan, anggota Polsek Sewon telah mendatangi lokasi kejadian.

"Betul (ada begal payudara di Sewon), anggota juga sudah ke lokasi kejadian," katanya saat dihubungi detikJogja, Sabtu (29/8/2026).

Sutrisno melanjutkan, polisi juga sudah meminta keterangan dari korban. Mengingat setelah kejadian korban langsung ke Polsek Sewon.

Saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut. Salah satunya meminta keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.

Kejadian Berulang Selang Sepekan

Aksi begal payudara juga pernah terjadi sepekan sebelumnya. Kejadian ini diunggah oleh akun yang sama berupa rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang perempuan menjadi korban begal payudara saat joging di Pendowoharjo, Sewon, Bantul ramai di media sosial (medsos). Polisi mengaku telah melakukan cek TKP dan meminta korban segera melapor ke Polsek Sewon.

"Selamat pagi min, mau menginfokan kejadian begal PD yg dialami Mbak2 yg lg jogging di sekitar rumah saya. Area belakang Clandys Niten (Pendowoharjo Sewon Bantul). Kejadian iam 05.15. Saya sertakan bukti video apabila mbaknya mau lapor ke polsek terdekat," kata akun Instagram @merapi_uncover seperti dilihat detikJogja, Kamis (20/8/2026).

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut. Namun, hingga saat ini korban belum membuat laporan baik ke Polsek Sewon maupun Polres Bantul.

"Betul (ada begal payudara di Sewon), tapi dari korban sampai saat ini belum buat laporan," kata Rita.

Meski korban belum membuat laporan, Rita menyebut jika polisi telah mendatangi lokasi kejadian. Hal itu untuk memastikan kebenaran kejadian begal payudara.

"Tapi anggota Polsek Sewon sudah mendatangi TKP untuk melakukan pengecekan," ujarnya.


Pelaku Masih Diburu

Terkait dengan teror begal payudara tersebut, sampai saat ini polisi belum bisa memastikan apakah pelaku begal payudara tersebut adalah orang yang sama. Sampai hari ini pelakunya belum ditangkap.

Kapolsek Sewon, AKP Sutrisno mengatakan, saat ini polisi masih bekerja untuk mengungkap pelaku begal payudara yang terjadi di dua lokasi di Sewon.

"Penyelidik belum bisa memastikan apakah ada kesamaan untuk pelakunya," katanya saat dihubungi detikJogja, Senin (31/8/2026).

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap dua kasus tersebut, termasuk meminta keterangan korban dan saksi-saksi di lokasi kejadian.

"Karena itu untuk kasus tersebut masih dalam penyelidikan, nanti kalau ada perkembangan akan disampaikan," ujarnya.



(apl/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads