Kasus anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul membentak bakul bakmi di Gunungkidul gegara mendapatkan kembalian uang pecahan logam atau recehan berakhir damai. Hal itu setelah pihak keluarga anggota DPRD tersebut datang dan meminta maaf kepada korban.
"Jadi malam tadi (Jumat 15/8) dari pihak keluarga bapak Sugito sudah beriktikad baik untuk datang ke tempat kami," kata adik pemilik Bakmi Mbak Tri, Yuli (48) saat dihubungi detikJogja, Sabtu (15/8/2026).
Yuli melanjutkan, keluarga tersebut terdiri dari istri, putra, dan menantu Sugito. Lebih lanjut, dalam pertemuan tersebut pihak keluarga Sugito juga meminta maaf kepada Yuli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka dengan rendah hati menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa kami, khususnya kekerasan verbal yang saya alami. Dan saya secara pribadi sebenarnya sudah memaafkan," ujarnya.
Di sisi lain, Yuli tidak ada niatan untuk mencari kompensasi atau apapun dengan unggahan curhatannya di media sosial (medsos). Yuli mengaku lebih ingin agar kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi pejabat publik atau anggota DPRD agar tidak seenaknya kepada rakyat kecil.
"Jadi mengunggah berita di medsos itu bukan karena kami mengharapkan kompensasi, tapi sebagai pembelajaran bahwa pejabat publik atau anggota DPRD jangan sampailah semena-mena, melakukan tindakan yang kurang menyenangkan, melakukan kekerasan secara verbal kepada siapapun," ujarnya.
Terlebih, Yuli menilai jika seseorang bisa terpilih menjadi anggota DPRD karena adanya masyarakat yang memilih.
"Semoga ini jadi pembelajaran buat semuanya bahwa orang-orang yang ada di atas itu tidak akan berada di atas jika tidak seperti orang-orang di bawah seperti ini," katanya.
Yuli juga menambahkan, bahwa sekali lagi telah menganggap kasus tersebut selesai. Namun kembali lagi, Yuli sama sekali tidak meminta kompensasi atau apapun dari terjadinya kejadian tersebut.
"Jadi untuk kasus ini kami anggap mengikhlaskan dan memaafkan. Tapi kami tegaskan kami tidak meminta atau mengharapkan kompensasi apapun, seperti itu," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, postingan bernarasi diduga anggota DPRD Gunungkidul marah-marah karena menerima kembalian berupa uang logam usai menyantap bakmi Jawa di Playen, Gunungkidul ramai di media sosial. Korban mengaku kebetulan tidak memiliki uang kertas, sedangkan anggota DPRD tersebut enggan memberikan komentar.
"Tgl 13 Agustus 2026, sekitar Pk 20.00 WIB, anggota Dewan DPRD Gunung Kidul bernama Sugito, makan diwarung kami "Bakmi Mbak Tri Gading VI" Playen Gn.Kidul. selesai makan org tersebut krn uang kembalian (rp.500 logam) marah marah dan melecehkan warung makan kecil kami serta membentak istri saya yg melayani, dan berkata " kamu tau siapa saya?". tindakan ini sudah berulang kali membuat gaduh warung kami setiap org tersebut singgah dan mampir diwarung kami. Tindakan melecehkan serta caci maki yg kami terima, sungguh kami tidak terima. sampai dimanapun kami akan mempertahankan harga diri kami walaupun kmi org kecil," kata akun Instagram @gunungkidul_viral2 dalam postingan yang diunggah seperti dilihat detikJogja hari ini.
Adik pemilik Bakmi Mbak Tri, Yuli (48) membenarkan kejadian tersebut. Yuli menceritakan, bahwa kejadian itu terjadi malam tadi, Kamis (13/8) malam. Di mana saat itu oknum anggota DPRD Gunungkidul datang bersama rekannya ke warung Bakmi Mbak Tri di Gading 6, Playen, Gunungkidul.
Yuli menceritakan, anggota DPRD tersebut memesan makanan berupa dua porsi makanan dan dua minuman. Selanjutnya, setelah selesai makan, anggota DPRD Gunungkidul itu membayar.
"Dan setelah pembayaran terjadi, ini kami menyampaikan uang kembalian kami tidak ada seribuan (kertas), kebetulan itu ada nilai Rp 8.000, jadi uang Rp 1.000 itu saya ganti dengan uang logam pecahan Rp 500 dua," ujarnya.
Saat memberikan uang kembalian itu, Yuli mengaku sempat menyampaikan permintaan maaf karena uang kembaliannya receh.
Terlebih, saat itu pemilik warung bakmi tersebut sedang tidak berada di warung karena menghadiri acara di luar. Akan tetapi, oknum tersebut malah melemparkan uang kembalian berupa uang logam ke dirinya.
"Tapi uang itu akhirnya dilempar ke meja dan bilang begini ke saya, 'iki ora ana duit receh liyane apa piye sing luwih receh seka iki' gitu. Terus saya bilang, 'nyuwun sewu loh Pak, tadi saya sudah nyuwun sewu kalau misalnya mboten kersa (tidak menghendaki) ini saya ganti dengan uang Rp 2.000," ucapnya.
Namun, rekan oknum tersebut angkat bicara agar tidak menganggap sebelah mata rekannya. Di sisi lain, saat itu Yuli tidak begitu mengindahkan karena bukan berdomisili di Gading 6.
"Nah kebetulan saya tuh tidak berdomisili di sini dan memang tidak tahu siapa beliau awalnya. Ya karena saya menahan agak tidak marah itu karena saya pikir karena beliau tuh orang yang lebih tua dari saya, gitu. Tapi kok setelah saya sampaikan seperti 'nyuwun sewu'. Tadi juga saya sudah sampaikan, saya sudah minta maaf. Ini saya tukar uang yang Rp 500 dengan uang Rp 2.000, saya gitu," katanya.
Akan tetapi, menurut penuturan Yuli, anggota DPRD Gunungkidul itu malah membentak Yuli. Mendapat bentakan itu, Yuli mengaku kaget karena seorang anggota DPRD seharusnya tidak melakukan hal tersebut.
"Itu menurut saya sudah perbuatan yang tidak menyenangkan dan itu berlangsung tidak hanya tadi malam. Sebelumnya pernah jajan juga, kapan hari itu kebetulan ada kakak saya. Saat itu beliau menyampaikan dengan tidak sopan sama sekali," ujarnya.
Terkait hal tersebut, detikJogja telah meminta konfirmasi kepada anggota DPRD tersebut. Namun, yang bersangkutan enggan berkomentar terkait kejadian tersebut.
"Tidak bisa memberikan komentar," ucap Sugito secara singkat via telepon.
