Penjual bakmi di Gunungkidul mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari anggota DPRD yang membeli di warungnya. Ia mengaku dibentak perkara uang receh.
Curhatan penjual bakmi itu sempat viral di media sosial. Peristiwa disebut terjadi di warung Bakmi Mbak Tri Gading, Gunungkidul pada Kamis (13/8) malam.
Dalam narasi yang beredar, penjual menyebut perlakuan semacam itu sudah berulang kali dilakukan oleh legislator Gunungkidul tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adik pemilik Bakmi Mbak Tri Gading VI, Yuli (48), menceritakan duduk peristiwanya. Dia menyebut peristiwa berawal saat oknum anggota DPRD Gunungkidul itu datang bersama satu rekannya..
"Jadi tadi malam itu ada anggota DPRD Gunungkidul datang ke Bakmi Jawa Mbak Tri bersama rekannya. Beliau datang jajan ke sini dan memang sudah beberapa kali di Bakmi Jawa Mbak Tri," kata Yuli saat dihubungi wartawan, Jumat (14/8/2026).
Yuli menceritakan anggota DPRD tersebut memesan dua porsi makanan dan dua minuman. Selanjutnya, setelah selesai makan, anggota DPRD Gunungkidul itu membayar.
"Dan setelah pembayaran terjadi, ini kami menyampaikan uang kembalian kami tidak ada seribuan (kertas), kebetulan itu ada nilai Rp 8.000, jadi uang Rp 1.000 itu saya ganti dengan uang logam pecahan Rp 500 dua," ujarnya.
Saat memberikan uang kembalian itu, Yuli mengaku sempat menyampaikan permintaan maaf karena uang kembaliannya receh.
"Saya sampaikan sebelum saya berikan uang itu ke beliau, saya minta maaf dulu, 'mohon maaf ya Pak, ini uangnya receh karena tidak ada lagi uang receh di laci'," ujarnya.
Sempat Lempar Uang Kembalian
Oknum dewan itu disebut melemparkan uang kembalian logam ke dirinya karena tak terima dengan uang yang diberi Yuli.
"Tapi uang itu akhirnya dilempar ke meja dan bilang begini ke saya, 'iki ora ana duit receh liyane apa piye sing luwih receh seka iki' gitu. Terus saya bilang, 'nyuwun sewu loh Pak, tadi saya sudah nyuwun sewu kalau misalnya mboten kersa (tidak menghendaki) ini saya ganti dengan uang Rp 2.000'," ucapnya.
Yuli bahkan sempat diperingatkan rekan oknum legislator itu agar tak memandang rendah tamunya. Yuli sendiri mengaku tidak tahu jika tamunya merupakan legislator.
"Nah kebetulan saya tuh tidak berdomisili di sini dan memang tidak tahu siapa beliau awalnya. Ya karena saya menahan agar tidak marah itu karena saya pikir karena beliau tuh orang yang lebih tua dari saya, gitu. Tapi kok setelah saya sampaikan seperti 'nyuwun sewu'. Tadi juga saya sudah sampaikan, saya sudah minta maaf. Ini saya tukar uang yang Rp 500 dengan uang Rp 2.000, saya gitu," katanya.
Mengaku Sempat Dibentak
Anggota DPRD Gunungkidul juga disebut sempat membentak perkara recehan itu. Yuli mengaku kaget dan menyayangkan ada pejabat yang berlaku demikian.
"Itu menurut saya sudah perbuatan yang tidak menyenangkan dan itu berlangsung tidak hanya tadi malam. Sebelumnya pernah jajan juga, kapan hari itu kebetulan ada kakak saya. Saat itu beliau menyampaikan dengan tidak sopan sama sekali," ujarnya.
Yuli pun menilai sikap anggota DPRD Sugito itu arogan. Dia pun merasa disepelekan sebagai warga biasa.
"Mungkin karena kami ini wong cilik, semena-mena dan sebagainya. Jadi merasa bahwa kami itu akan diam saja kalau diinjak-injak, akan diam saja kalau disepelekan. Seperti itu kronologinya," ucapnya.
Yuli menyebut ulah oknum anggota DPRD Gunungkidul itu itu sudah keterlaluan. Dia menilai seharusnya sebagai wakil rakyat tidak melakukan hal tersebut.
"Ini sudah sangat keterlaluan. Jadi mudah-mudahan ini bisa jadi pembelajaran untuk semuanya, untuk para pejabat dan lain sebagainya, bahwa kami wong cilik bukan untuk diinjak-injak. Anda ada di atas karena kami ada di bawah, seperti itu," katanya.
Terkait hal tersebut, detikJogja telah meminta konfirmasi kepada anggota DPRD tersebut. Namun, yang bersangkutan enggan berkomentar terkait kejadian tersebut.
"Tidak bisa memberikan komentar," ucap Sugito secara singkat via telepon.
