Ibu Pembuang Bayi di Semin Gunungkidul Ditangkap, Ternyata Warlok

Ibu Pembuang Bayi di Semin Gunungkidul Ditangkap, Ternyata Warlok

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 01 Sep 2026 16:53 WIB
Jumpa pers kasus pembuangan bayi di Gunungkidul, Selasa (1/9/2026).
Jumpa pers kasus pembuangan bayi di Gunungkidul, Selasa (1/9/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Polisi akhirnya meringkus pelaku pembuangan bayi di Kemejing I, Kemejing, Semin, Gunungkidul. Pelaku ternyata merupakan seorang istri yang rumahnya hanya sekitar puluhan meter dari lokasi pembuangan bayi.

Kapolsek Semin, AKP Aris Sugiyanto mengatakan, bahwa setelah penemuan bayi pada tanggal 3 Agustus 2026, polisi langsung melakukan penyelidikan. Adapun dalam olah TKP tersebut polisi menemukan petunjuk bahwa terdapat bercak darah yang menempel pada batu di belakang rumah perempuan berinisial JM (34), warga Kemejing I.

"Selain itu, ternyata di belakang pintu dapur rumah rumah JM juga terdapat bercak darah," katanya kepada wartawan di Polres Gunungkidul, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan temuan tersebut, polisi melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi. Ternyata JM yang sudah berkeluarga ini mengandung anak ketiga namun tidak pernah memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

"Akhirnya polisi menemukan bukti kuat bahwa diduga pelaku pembuangan bayi tersebut adalah JM dan setelah dimintai keterangan JM mengakuinya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Adapun polisi mengamankan JM pada hari Kamis (27/8/2026) di rumahnya beserta barang bukti pakaian yang JM kenakan saat membuang bayi tersebut. Sedangkan penetapan JM sebagai tersangka hari Jumat (28/8/2026).

"Ternyata lokasi rumah JM dengan lokasi penemuan bayi itu hanya sekitar 50 meter saja," ucapnya.

Kanit Reskrim Polsek Semin, Aiptu Iriyanto melanjutkan, dari hasil pemeriksaan, JM mengungkapkan bahwa hari Senin (3/8/2026) pukul 01.30 merasa perutnya sakit. Di saat bersamaan suami dan anaknya tidur di kamar.

"JM lalu ke kamar kosong di rumahnya lalu melahirkan bayi laki-laki tanpa bantuan medis," katanya.

Di sisi lain, JM sengaja tidak memberitahu suaminya terkait kejadian tersebut karena suaminya mengalami cedera pada bagian otak akibat kecelakaan. Kemudian bayi laki-laki berikut ari-arinya JM bungkus menggunakan jaket warna biru miliknya dan berlanjut memasukkannya ke dalam tas bayi berwarna coklat.

"Kemudian bayi yang sudah dimasukkan ke dalam tas bayi itu dibawa ke belakang pekarangan rumah Sutinem yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah tersangka JM," ujarnya.

Atas perbuatannya, JM disangkakan tindak pidana penelantaran anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 huruf B juncto Pasal 76 huruf B Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang atau Pasal 430 juncto Pasal 429 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana 2023.

"Untuk ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Kemejing I, Kemejing, Semin, Gunungkidul digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki di belakang rumah salah satu warga. Saat ini bayi tersebut telah mendapat penanganan lebih lanjut di Puskesmas Semin I.

Kapolsek Semin, AKP Wasdiyanto mengatakan, bahwa kejadian bermula saat Sutinem (44), warga Kemejing I hendak memasak dan menyapu dapur hari ini pukul 05.30 WIB. Namun, sesampainya di dapur, Sutinem mendengar suara tangisan bayi.

"Dengar suara tangisan bayi, saksi langsung memberitahu pak RT," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (3/8/2026).

Selanjutnya, Ketua RT setempat bersama dengan Sutinem melakukan pencarian dari mana asal suara tangisan tersebut. Alhasil, suara tersebut semakin nyaring ketika Sutinem dan warga sampai di semak-semak belakang rumahnya

"Ternyata ada tas berwarna coklat di semak-semak. Setelah tas itu dibuka, ternyata isinya bayi dengan kondisi dibalut jaket berwarna biru," ujarnya.

Bayi tersebut, lanjut Wasdiyanto, dalam kondisi sehat. Sedangkan jenis kelamin bayi tersebut adalah laki-laki.

"Bayi laki-laki itu lalu dibawa warga ke Puskesmas Semin I untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," ucapnya.



(afn/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads