Spanduk emosional terpampang di pagar rumah di Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul. Spanduk bertuliskan sumpah serapah terpasang usai anjing bernama John Wick mati diracun pemotor misterius.
Pantauan detikJogja, dua spanduk berbeda ukuran itu berisi tulisan menyumpahi si peracun anjing. Tulisannya berwarna merah dengan latar hitam. Selain dua spanduk, juga ada beberapa flyer yang terpasang di tembok-tombok. Flyer itu berisi gambar seorang yang mengendarai motor.
"Iblis Penebar Racun. Waspadai Hewan Peliharaan Anda!!," bunyi tulisan dalam flyer tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita Tewasnya John Wick
Pemilik rumah, Paschal (23), bercerita bahwa spanduk itu dipasang usai anjing jenis labrador bernama John Wick menjadi korban. John Wick disebut telah dipelihara sejak 2021 dan dianggap sebagai bagian dari keluarga.
Naas, anjing itu mati pada 16 Juli setelah menyantap ayam goreng di depan pagar yang ternyata beracun.
Spanduk sumpah serapah kepada peracun anjing dipasang di rumah warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/8/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
"(Spanduk) Idenya ibu saya, ibu saya yang pasang. Jadi kan kita punya anjing, namanya tuh John Wick. Itu kita pelihara dia itu dari tahun 2021 awal. Jenisnya tuh Labrador, ya udah jadi bagian dari keluarga toh Mas," jelas Paschal saat ditemui detikJogja di kediamannya, Kamis (13/8).
Terekam CCTV
Peristiwa itu disebut terekam CCTV. Sekitar 30 menit sebelum John Wick keluar rumah, ada orang tak dikenal berhenti di depan pagar. Ia tampak menaruh sesuatu lalu pergi.
"Itu kan ada lubang itu loh. Nah biasanya anjing saya tuh kalau keluar, sukanya keluarin kepala terus nanti ya tengok-tengok gitu. Ya emang sengaja dibikin renggang itu karena dia senangnya tuh tengok-tengok keluar gitu loh," ujar Paschal.
Potret John Wick anjing Labrador di Bantul tewas diracun pemotor misterius. Foto diunggah Kamis (13/8/2026). Foto: dok. pribadi/Paschal |
"Terus makanannya (yang beracun) tuh ditaruh (di depan) lubangnya situ, tapi di luar (pagar), kan ya memang suka makan sembarang terkadang, jadi ya dimakan gitu," sambungnya.
John Wick disebut langsung mati usai memakan ayam goreng beracun itu. Usai kejadian itu, Paschal mengecak sisa makanan yang dimakan John Wick, ditemukan serbuk putih yang diduga racun. Namun ia mengaku tak tahu jenis racun itu.
"Itu cepat kok Mas, kayak 2 menitan nggak ada itu (anjing langsun mati). Padahal lumayan gede anjingnya itu sekitar 25 kilo gitu. Usia 5,5 tahun. Kejang, kejang tapi nggak berbusa Mas. Jadi emang kayak langsung kena sarafnya gitu loh. Nggak tahu ya, nggak tahu racunnya itu apa," paparnya.
Ciri-ciri Pelaku
Ia juga mengungkap ciri-ciri pelaku sesuai yang tertangkap CCTV. Orang itu nampak datang dengan naik motor matik dengan pakaian dan celana berwarna hitam.
Pelaku juga nampak memakai helm dan masker. Paschal menduga pelaku sudah melakukan persiapan.
"Nah, emang kita lihat cek CCTV ya. Tapi ya memang dia emang udah persiapan Mas. Jadi kayak pakai helm, masker," imbuh Paschal.
Anjing John Wick di Bantul yang mati diracun, bekas ayam goreng, dan terduga pelaku. Diunggah Kamis (13/8/2026). Foto: Dok. Paschal warga Bantul |
Tak berhenti di situ, Paschal juga bergerak mencari rekaman CCTV di tempat lain untuk mencari si peracun. Namun beberapa rekaman CCTV yang berhasil ia dapat tak menunjukan plat nomor kendaraan pelaku secara jelas.
"Hingga suatu saat tuh kita nemu (rekaman CCTV) di jalan Bima itu, kepantau dari jalan kan CCTV-nya itu, kayaknya kan nggak pakai plat cuman pakai tempatnya tok itu. Jadi, orangnya tuh dari arah timur, terus ke kanan dia puter balik. Ngetem di sini, masang, langsung weng (pergi) gitu ke selatan," ujarnya.
Paschal dan keluarga belum melaporkan kejadian ini ke aparat desa maupun kepolisian. Pasalnya, meski ada rekaman CCTV, ia menganggap bukti itu belum cukup kuat untuk menjerat pelaku. Menurutnya, pelaku bisa berdalih karena menaruh ayam beracun di depan pagar.
"Kayaknya kalau dilaporin juga mentah juga, gitu loh, tak lihat kan dia taruhnya di luar, Mas. pasti dia bisa berkelit kalau itu tuh, 'Lho, saya cuman naruh di luar kan?'. Padahal justru itu dia kayak udah ngerti kebiasaan anjing saya itu pagi pasti langsung tengok di situ. Dia kan berarti udah mengamati," ungkapnya.
Alasan Pasang Spanduk dan Flyer
Akhirnya keluarganya memilih membuat spanduk sumpah serapah di depan rumah. Gambar di flyer tersebut pun sesuai dengan ciri-ciri pelaku, mengendarai motor scoopy krem dengan list merah, memakai helm, dan wajah tertutup buff hitam.
Tujuannya, agar memberi efek kejut bagi si peracun. Pihaknya juga ingin pemilik anjing di sekitar rumahnya lebih waspada.
"Malam itu juga saya langsung pesan (spanduk) ekspres. Kalau yang biasa mungkin baru jadi 2-3 hari. Itu yang (gambar) di flyer itu setelah kita lihat CCTV ya, jadi memang orangnya naik Scoopy, deck-nya bawah sini ni merah," papar Paschal.
"Yang penting orangnya bisa baca, sudah, siapa tau kayak kena mental. Terus ya buat pemilik anjing di sini biar waspada, jangan sampai terjadi sama keluarga yang lain. Ini untuk masa berkabung, jadi nanti setelah 40 hari kita lepas (spanduknya)," pungkasnya.



