Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul mengaku sedang melakukan surveilans ke lokasi matinya tujuh ekor kambing di Tepus, Gunungkidul. Terkait hewan apa yang menyerang kambing-kambing itu, DPP memprediksi anjing liar.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) DPP Gunungkidul,Retno Widyastuti, mengatakan baru mendapatkan informasi tujuh kambing mati akibat serangan hewan liar kemarin, Rabu (2/9/2026). Hal tersebut berlanjut dengan tindak lanjut dengan mendatangi lokasi kejadian.
"Benar, telah terjadi gigitan hewan ternak di Tepus I, Tepus, Gunungkidul. Hari ini, tadi kami segera respons ke lokasi untuk surveilans," katanya saat dihubungi detikJogja, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retno melanjutkan, serangan terhadap ternak memang kerap terjadi saat musim kemarau. Pasalnya, DPP mencatat kejadian seperti ini telah terjadi sejak tahun 2019.
"Prediksinya anjing liar, tapi semua itu harus dibuktikan dulu karena kami juga belum pernah melihat secara langsung," ujarnya.
Menurut Retno, anjing liar itu menyerang ternak warga karena lokasi kandangnya berada di Alas Dawut yang lokasinya dekat dengan Pantai Pok Tunggal.
"Mungkin sumber pakan alami sudah habis, sumber air juga sudah kering dan hewan-hewan karnivora itu lalu mencari makanan ke kandang ternak itu," ucapnya.
Apalagi, kandang ternak di alas itu bukanlah kandang permanen dan ada yang terbuat dari bambu. Sehingga kekuatan kandang tidaklah kuat dan hewan-hewan pemangsa mudah menerobosnya.
Sedangkan mengapa ada dua anakan kambing yang hanya tinggal menyisakan kulit saja, Retno menyebut akibat dimakan hewan tersebut. Terlebih, anakan kambing terbilang masih lunak.
"Kalau dulu hanya jeroan, dan leher ternak diterkam dan bagian usus digigit sampai keluar. Nah, kalau yang di Tepus kemungkinan dia cari yang lunak, karena cempe (anak kambing) kan masih muda," katanya.
Di sisi lain, Retno meminta kepada pemilik ternak agar untuk sementara waktu memindahkan ternaknya ke dekat rumah. Sedangkan jika masih ingin memelihara ternak di ladang, maka perkuatlah kandangnya.
"Bisa juga buat kandangnya dicor sampai bawah dan atasnya dibuat lebih kokoh. Kenapa? Agar hewan tidak bisa menggali tanah lalu masuk ke kandang ternak," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah kambing milik warga Tepus 1, Tepus, Gunungkidul mati di dalam kandang, bahkan beberapa diantaranya tinggal menyisakan kulit saja. Polisi menduga penyebab matinya kambing-kambing itu akibat serangan kawanan hewan liar.
Kapolsek Tepus, AKP Suryanto mengatakan, bahwa kejadian bermula saat dua orang warga yang bertugas memelihara kambing hendak melepasliarkan kambing-kambing milik Eno (48), warga Tepus 1 hari ini sekitar pukul 06.00 WIB. Bukan tanpa alasan, pelepasliaran itu agar kambing mencari makanan di Alas Dawut kawasan Pantai Poktunggal.
"Tapi sampai kandang saksi mendapati tujuh ekor kambing sudah mati dengan kondisi terdapat luka gigitan pada kaki dan leher," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (2/9).
Secara rinci, tujuh kambing itu terdiri dari dua ekor kambing betina dan lima anakan kambing. Namun, dari lima anakan kambing itu ada beberapa yang habis dimakan oleh pemangsa.
"Dari tujuh kambing itu ada dua anak kambing yang telah dimakan oleh hewan liar dan hanya tersisa kulitnya saja," ujarnya.
