Penampakan Nisan Mertua Djaduk Ferianto yang Dirusak Juru Kunci Pakuncen

Penampakan Nisan Mertua Djaduk Ferianto yang Dirusak Juru Kunci Pakuncen

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 13 Agu 2026 11:17 WIB
Penampakan makam mertua mendiang seniman Jogja Djaduk Ferianto yang dirusak juru kuncinya di Pekuncen, Kota Jogja, Rabu (12/8/2026).
Penampakan makam mertua mendiang seniman Jogja Djaduk Ferianto yang dirusak juru kuncinya di Pekuncen, Kota Jogja. (Foto:dok. pribadi/Petra)
Jogja -

Nisan di makam ayahanda Bernadetta Petra, istri mendiang seniman Djaduk Ferianto, di pemakaman umum Pakuncen, Kota Jogja, dirusak juru kunci. Motifnya untuk meminta uang kebersihan.

Makam mertua mendiang Djaduk itu berada di pemakaman Pakuncen yang dikelola masyarakat sekitar bukan Pemkot Jogja. Dari foto yang diterima detikJogja, nisan mertua mendiang Djaduk Ferianto itu terbuat dari batu berwarna abu-abu. Bentuknya persegi panjang dengan lubang kotak di area tengah untuk memberi bunga.

Tampak ada bekas perusakan di kedua ujung kepala nisan. Masih terlihat ada nama RM. M. Sarprijono yang menempel di bagian nisan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampakan Makam yang dirusak di pemakaman pekuncen, Kota JogjaPenampakan Makam yang dirusak di pemakaman pekuncen, Kota Jogja Foto: Dok. Pribadi Petra

Peristiwa perusakan nisan ini terjadi pada Selasa (11/8/2026). Saat itu, Petra sempat kesulitan mencari makam ayahnya karena nisannya tidak ada.

"Bapak saya kan meninggale tahun 71, sejak tahun 1971 wis makam wis lawas banget gitu kan, artinya sudah sekian puluh tahun kok sekarang dirusak gitu lho," terang Petra saat dihubungi, Rabu (12/8).

ADVERTISEMENT

Petra pun menanyakan keberadaan juru kunci perihal hal ini. Sebab, selama ini Petra tak pernah bertemu dengan juru kunci tersebut.

Petra yang merasa kesulitan menemukan juru kunci itu akhirnya melapor ke Polsek Wirobrajan yang kemudian memediasi kedua pihak. Setelah dipertemukan dengan juru kunci itu, barulah diketahui motif dan pelaku perusakan nisan ayahandanya.

"Saya kalau ke sana ya wis sak selone (sesenggangnya) saya gitu kan. Lah belakangan ini, saya kalau ke sana pagi. Nah ketika saya datang pagi itu, makam masih sepi, nggak ada orang ya kan. Tapi saya selalu pakai bunga, jadi orang tahu kalau ada sing niliki gitu lho," ujarnya.

"Ya kan ada bekasnya (taburan bunga), ada tandanya gitu. Nah ternyata ini tidak berkenan di tempatnya juru kuncinya, karena ada sing nyekar tapi kok ora ninggali apa-apa, gitu lho. Masalahnya itu," ungkap Petra.

Polsek Wirobrajan pun memediasi kedua belah pihak. Akhirnya terjadi kesepakatan damai dan nisan yang dirusak dikembalikan.

"Jadi kepala nisan juga sudah dikembalikan, dipasang lagi. Sudah diperbaiki, sudah pulih seperti sedia kala. Cuma kan kepala nisan diambil sama juru kunci. Juru kunci cuma pengin ketemu sama ahli waris, dan sudah baik semuanya," kata Kapolsek Wirobrajan, Kompol Arif Darmawan.



(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads