Postingan berupa video yang menunjukkan terjadi gelombang tinggi di Pantai Jungwok, Jepitu, Girisubo, Gunungkidul hari ini. Tim SAR menyebut akibat gelombang tersebut menyebabkan satu warung di Pantai Jungwok rusak ringan sedangkan di Pantai Baron dan pelabuhan Gesing sejumlah perahu rusak.
"Dilaporkan pantauan gelombang di kawasan Pantai Jungwok, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa, 11 Agustus 2026, sekitar pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang laut di perairan Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini berkisar 2,5-4,0 meter, yang termasuk dalam kategori Tinggi," kata akun Instagram @jogja_admin seperti dilihat detikJogja hari ini.
"Dengan tinggi gelombang mencapai 2,5-4,0 meter, sangat tidak disarankan beraktivitas di tepi pantai, berenang, maupun melaut. Hindari berjalan-jalan di pinggir pantai yang terbuka dan berhati-hati terhadap serangan ombak besar yang bisa datang tiba-tiba," lanjut akun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, air laut sempat sampai ke deretan warung di Pantai Jungwok.
"Betul (ada gelombang tinggi di Pantai Jungwok). Yang terdampak satu warung saja di Pantai Jungwok, tapi cuma rusak ringan, bolong dikit (bagian dinding)," katanya saat dihubungi detikJogja, Selasa (11/8/2026).
Sunu melanjutkan, bahwa saat ini ketinggian gelombang sudah mengalami penurunan. Akan tetapi, Sunu memprediksi gelombang tinggi hari ini belum menjadi puncaknya.
"Masih (gelombang tinggi) tapi semakin menurun. Tapi Kamis (13/8/2026) malam hingga Jumat (14/8/2026) perkiraan (gelombang air laut) lebih besar lagi," ujarnya.
Oleh sebab itu, Sunu mengungkapkan bahwa sebelum terjadi gelombang tinggi telah mengimbau kepada pemilik warung agar memindahkan dagangannya. Menurutnya, hal tersebut untuk meminimalisir kerugian jika terjadi gelombang tinggi.
"Dan bukan hanya warung, nelayan juga kami himbau untuk menaikan perahunya ke tempat aman. Oleh karena itu, sewaktu terjadi peningkatan gelombang seperti hari ini dampaknya tidak begitu banyak," ucapnya.
Sunu menambahkan, bahwa pihaknya juga telah membuat imbauan melalui medsos kepada wisatawan.
"Dan untuk wisatawan, juga dari beberapa hari lalu sudah kami buat video edukasi dan imbauan melalui medsos bahwa sepekan ini akan ada peningkatan gelombang," katanya.
Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono mengatakan gelombang tinggi juga terjadi di Pelabuhan Gesing dan Pantai Baron. Marjono menyebut gelombang tinggi itu berdampak pada kerusakan perahu.
"Akibat gelombang tinggi, sejumlah perahu di Gesing rusak dan saat ini masih dalam pendataan," ujarnya.
Marjono mengungkapkan pula bahwa hal yang sama terjadi di Pantai Baron. Di mana beberapa perahu sempat terseret gelombang tinggi.
"Kalau di Pantai Baron ada perahu yang terseret dan tenggelam, tapi sudah dievakuasi," ucapnya.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Curhat Pedagang di Jogja Malah Sepi Pembeli Usai Pasar Direnovasi