Maling Jebol Tembok Toko di Piyungan Bantul, Puluhan Tabung Gas Digasak

Maling Jebol Tembok Toko di Piyungan Bantul, Puluhan Tabung Gas Digasak

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 05 Agu 2026 19:02 WIB
Toko dibantul dibobol maling, Rabu (5/7/2026).
Toko dibantul dibobol maling, Rabu (5/7/2026). Foto: Dok Ig @jogja_admin
Bantul -

Viral maling jebol tembok toko di Piyungan, Bantul. Maling itu membawa kabur puluhan tabung gas dari toko tersebut lewat lubang berdiameter 50 sentimeter.

"Sebuah warung penjualan gas di wilayah Wanujovo Lor, Kalurahan Srimartani Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilaporkan menjadi sasaran pembobolan pada Rabu, 5 Agustus 2026," kata akun Instagram @jogja_admin seperti dilihat detikJogja hari ini.

"Pelaku diduga menjebol tembok untuk masuk ke dalam bangunan. Pemilik baru mengetahui pada pukul 10.00 WIB dan menurut informasi yang dihimpun kerugian yang dialami pemilik cukup besar. Tabung yang hilang, 50 tabung gas ukuran 3 kg dan 7 tabung gas ukuran besar 12 kg," lanjut akun tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Piyungan, AKP Boedi Hariyanto membenarkan kejadian tersebut. Boedi menjelaskan, bahwa kejadian itu terjadi di Srimartani, Piyungan Bantul pagi tadi.

"Jadi Selasa (4/8) sore itu korban masih jualan, dan jam 16.30 sore saat dicek stok tabung gasnya juga masih lengkap," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (5/8/2026).

ADVERTISEMENT

Boedi melanjutkan, pemilik lalu mengunci toko dan pulang. Lebih lanjut, hari ini sekitar pukul 10.00 WIB pemilik hendak membuka lagi toko gas elpiji miliknya.

"Tadi jam setengah 11 siang korban buka toko sudah terlihat lubang di dinding bagian belakang tokonya," ujarnya.

Selain itu, puluhan tabung gas dengan berbagai ukuran milik korban juga raib. Boedi mengungkapkan, bahwa jumlah tabung gas yang hilang mencapai puluhan.

"Yang hilang itu ada 49 tabung gas melon (3 kilogram), 5 tabung gas yang 5,5 kilogram dan 2 tabung gas 12 kilogram. Semua tabung gas yang hilang dalam kondisi kosong," ucapnya.

Boedi mengaku telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Hasilnya, polisi menduga bahwa pelaku beraksi saat Selasa malam hingga Rabu dini hari.

"Untuk diameter lubang di dinding itu 50 sentimeter. Selain itu, lokasinya dinding di bagian belakang toko gas dan toko gas itu memang jauh dari pemukiman warga," katanya.

Terlepas dari hal tersebut, Boedi mengaku jika korban telah membuat laporan ke Polsek Piyungan. Boedi juga memastikan jika polisi telah melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian tersebut.

"Dari Polsek Piyungan masih melakukan penyelidikan dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian," ujarnya.



(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads