Laju satu unit mobil Damkar di Bambanglipuro, Bantul, terhalang oleh gapura yang dibuat warga untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Alhasil, mobil Damkar itu harus memutar lewat jalan lain.
Kabid Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tadi.
Saat itu petugas Damkarmat Bantul berangkat ke Jogodayoh, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul. Tujuannya, hendak melakukan sosialisasi dan simulasi pemadaman kebakaran di salah satu pondok pesantren (ponpes).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan bulan Agustus, jadi warga marak mempersiapkan HUT ke-81 RI, seperti jalan-jalan di kampung dibuat gapura. Nah karena gapura yang kurang tinggi, mobil Damkar tidak bisa lewat," kata Kristanto saat dihubungi detikJogja, Rabu (5/8/2026).
"Akhirnya mobil Damkar memutar sekitar 200 meter. Karena kalau dipaksakan lewat merusak gapura malah jadi serba salah nanti," imbuhnya.
Kristanto menjelaskan, saat itu petugas Damkar tidak dalam kondisi darurat terkait kebakaran. Sehingga Damkar memilih jalan memutar daripada memaksakan melewati gapura tersebut.
"Itu bukan penanganan kejadian kebakaran, tapi akan sosialisasi di Pondok Pesantren Asy Syifa. Jadi bukan yang darurat sekali," ucapnya.
Meski demikian, Kristanto mengimbau masyarakat agar dalam membuat gapura HUT RI juga memperhatikan ketinggiannya. Tujuannya agar jika sewaktu-waktu ada kejadian darurat, laju mobil Damkar tidak terhambat.
"Diimbau agar pembuatan gapura tingginya melebihi mobil Damkar atau lebih dari tiga meter," katanya.
Terkait alasan tinggi gapura disarankan lebih dari tiga meter, Kristanto menyebut agar akses mobil Damkar tanpa hambatan. Selain itu juga untuk menjamin keselamatan warga dan rumah dari bahaya kebakaran.
"Serta mencegah kerusakan pada gapura kebanggaan dan mematuhi standar keamanan dan ketertiban umum," pungkasnya.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia