Jika umumnya palang pintu perlintasan kereta api memiliki panjang lebih dari 3 meter, pemandangan berbeda terlihat di pintu masuk sisi timur Stasiun Tugu Jogja. Di lokasi ini terdapat palang berukuran mini dengan panjang sekitar 1,5 meter yang dikhususkan untuk pejalan kaki.
Pantauan detikJogja, palang mini tersebut berada di sisi kiri pintu masuk kendaraan sebelah timur Stasiun Tugu. Layaknya palang perlintasan pada umumnya, palang ini bekerja secara otomatis dengan membuka dan menutup saat kereta api melintas.
Namun, ukurannya jauh lebih pendek, hanya sekitar 1,5 meter. Palang mini ini juga hanya terdapat di satu titik di kawasan Stasiun Tugu sudah terpasang sejak 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manager Humas KAI Daop 6, Feni Novida Saragih, mengungkapkan alasan di balik pemasangan palang perlintasan mini itu. Meski hanya melayani penyeberangan pejalan kaki, perlintasan tersebut tetap dijaga oleh petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL).
"KAI Daop 6 Yogyakarta senantiasa mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api di seluruh wilayah operasionalnya. Salah satunya melalui pengelolaan JPL atau pintu perlintasan sebidang KA yang berada di wilayah kewenangannya. Termasuk JPL 3A yang berada di sisi Stasiun Yogyakarta yang merupakan pintu perlintasan yang khusus untuk dilalui pejalan kaki dan tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermotor," ujar Feni saat dihubungi detikJogja, Senin (3/8/2026).
Palang perlintasan kereta mini yang terletak di pintu masuk timur Stasium Tugu Jogja, Senin (3/8/2026) Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja |
Feni menambahkan, pihaknya juga menambah sejumlah rambu lalu lintas tentang larangan melintas bagi sepeda motor telah dipasang guna meningkatkan kewaspadaan bagi pengguna jalan agar tidak menyalahgunakan jalur tersebut.
"KAI Daop 6 menegaskan bahwa palang pintu perlintasan bukanlah alat utama keselamatan pengguna jalan tapi melainkan alat bantu keselamatan bagi perjalanan kereta api. Kepatuhan masyarakat terhadap rambu-rambu dan tanda-tanda keselamatan yang ada sangat dibutuhkan agar keselamatan bersama tetap terjaga," terangnya.
Lebih lanjut, Feni menyebut perlintasan itu tidak hanya berfungsi sebagai jalur penyeberangan, tetapi juga menjadi bagian dari wajah budaya Kota Jogja. Letaknya yang berada di antara Stasiun Tugu dan kawasan Malioboro membuat lokasi tersebut ramai dilalui wisatawan lokal maupun mancanegara.
"Keunikan arsitektur stasiun dan suasana khas Jogja menjadikannya lokasi favorit bagi pejalan kaki dan wisatawan yang ingin merasakan nuansa klasik kota. Langkah-langkah preventif melalui pengawasan, edukasi, serta koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan demi mewujudkan keselamatan bersama," katanya.
Palang perlintasan kereta mini yang terletak di pintu masuk timur Stasium Tugu Jogja, Senin (3/8/2026) Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja |


