Pedagang di Pasar Terban, Kota Jogja harus memutar otak lebih keras agar dagangannya laku. Hal itu karena kondisi pasar yang mereka keluhkan sepi.
Pedagang kuliner bertempat di lantai 3 Pasar Terban rata-rata merupakan pedagang makanan yang tadinya mangkal di trotoar sekitar Pasar Terban. Berbagai cara dilakukan untuk menarik pelanggan mereka sebelum direlokasi.
Salah satu pedagang, Tri Nurwati yang berdagang nasi rames dan mangut lele sejak 2003 di jalan sisi Timur Pasar Terban merasa omzetnya menurun sejak direlokasi ke Pasar Terban. Hal itu sesuai dengan informasi yang dia dengar sebelum pindah.
"Omzet jauh banget, di sini itu seperti kita mulai awal, babat alas. Di sana itu paling ndak sehari Rp 2 juta nyampe, kalau di sini belum, di sini tu sama kayak dulu saya babat alas di sana," perempuan yang akrab disapa Nur itu di lapaknya, Jumat (31/7/2026).
Dia dan keluarganya pun mencari cara agar pelanggan mereka tidak pergi. Salah satu cara yang digunakan yaitu membuat video tutorial menuju lapak barunya dan dia unggah lewat status WhatsApp.
"Sama anak saya dibikin video ya, arah ke sini. Dari sana jalan kakinya ke sini itu, terus halaman naik ke tangga sampai sini. Saya bikin status WhatsApp, jadi banyak yang ikut, oh ternyata deket," ujar Nur.
"Kalau di sini bawa langganan, pas mau pindah ke sini saya sudah bilang, nanti tanggal sekian saya sudah pindah di Pasar Terban. Setiap hari pelan-pelan mereka juga ngikut. Sini kalau nggak bawa langganan emang berat, soalnya di atas to," imbuhnya.
Pedagang lainnya, Yani, mengatakan dirinya sudah 26 tahun berjualan lotek dan gado-gado di trotoar Jalan Kahar Muzakir. Dia juga mengakui pendapatannya menurun.
"Kalau saya mungkin baru 30-an persen pelanggan yang nyari ke sini. Kalau orang baru tahu kita kayaknya masih lihat lihat dulu. Sejak masuk sini jauh (menurun omzet), sepertiga dari omzet lama itu nggak ada," ungkap Yani.
Kemudian dia mulai berinovasi dengan menambah menu jualannya. Sehingga pelanggan baru memiliki banyak pilihan makanan di lapaknya.
"Di sini saya tambah ini, soto, mie instan, macem-macem, pengin biar payu to mas jadi kita mencoba tambah menu, barangkali nanti kalau nggak selera itu bisa pesen yang lain, berusaha lah," sambungnya.
Yani berharap Pasar Terban bisa ramai nantinya. Oleh sebab itu menurutnya pemerintah daerah ikut membantu termasuk mempromosikan.
"Saya berpikir positif aja, harapannya pasar Terban ini jadi ramai. Jadi masih tetep bertahan walau penuh perjuangan," ujar Yani.
"Ya kalau dari pedagang sebenarnya juga pengin banget dipromosikan dari dinas, mungkin ada event, karena selama ini masih kurang to promosinya. Jadi banyak yang belum tahu, dari depan aja banyak yang belum tahu kalau ini pasar," harapnya.
Simak Video "Begini Euforia di Jogja Financial Festival & Run D-City 2026"
(alg/alg)