Heboh Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Malioboro, Dispar DIY Buka Suara

Heboh Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Malioboro, Dispar DIY Buka Suara

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Selasa, 28 Jul 2026 14:58 WIB
Sempat Ditutup Terpal, Plang Jalan Malioboro Dibuka Kembali
Ilustrasi plang Malioboro Jogja. (Foto: dok./detikcom)
Jogja -

Viral di media sosial keluhan wisatawan terkait oknum fotografer yang mengklaim pelang Jalan Malioboro sebagai properti pribadi. Dinas Pariwisata DIY buka suara terkait hal itu.

Keluhan tersebut diunggah akun Threads @its_lisstyy. Ia menyebut oknum fotografer tersebut bahkan meminta tarif untuk foto di pelang Jalan Malioboro.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi mengatakan pihaknya menyesalkan apabila peristiwa tersebut benar terjadi. Sebab, pelang Jalan Malioboro merupakan fasilitas yang dipasang pemerintah dan telah menjadi salah satu ikon pariwisata di Jogja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara umum kami menyesalkan apabila benar terjadi peristiwa tersebut pada pelang Jalan Malioboro yang dipasang oleh pemerintah, yang saat ini menjadi ikon pariwisata," kata Imam saat dihubungi, Selasa (28/7/2026).

ADVERTISEMENT

Imam menjelaskan saat ini memang terdapat sejumlah fotografer yang membawa plang bertuliskan Malioboro milik pribadi untuk menawarkan jasa foto kepada wisatawan di kawasan tersebut. Meski demikian, hal itu berbeda dengan plang resmi yang dipasang pemerintah.

"Fenomena saat ini, ada beberapa fotografer membawa pelang sendiri dan menawarkan jasanya kepada wisatawan untuk berfoto dengan pelang tersebut di area dimaksud," ujarnya.

Ia mengatakan persoalan tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Kota Jogja. Berdasarkan informasi yang diterima, Pemerintah Kota Jogja telah mengetahui persoalan itu dan akan melakukan pembinaan kepada para fotografer.

"Berdasarkan koordinasi dengan Dispar Kota Yogyakarta, informasi ini telah diketahui sepenuhnya oleh Pemkot Yogyakarta. Pada hari Kamis (30/7), akan dilakukan pembinaan oleh UPT Cagar Budaya di bawah Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta," jelasnya.

Imam juga mengimbau para fotografer di kawasan Malioboro untuk turut menciptakan suasana wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung. Selain itu, para fotografer diminta mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pengelola kawasan.

"Kami mengimbau kepada teman-teman fotografer di Malioboro untuk lebih meningkatkan kepedulian dalam menciptakan suasana di mana wisatawan memperoleh rasa aman, nyaman, dan menyenangkan atas kegiatan yang dilakukan. Tentunya juga mengikuti pengaturan-pengaturan yang ditetapkan oleh UPT Cagar Budaya Malioboro," pungkasnya.



(ams/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads