Viral Kabar Ada Diskriminasi Agama di SMAN Jogja, Disdikpora DIY Bantah

Viral Kabar Ada Diskriminasi Agama di SMAN Jogja, Disdikpora DIY Bantah

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 27 Jul 2026 16:00 WIB
Ilustrasi murid SMA MPLS.
Foto: Gemini AI Ilustrasi murid SMA
Jogja -

Sebuah narasi beredar di media sosial dan menyatakan adanya tindakan diskriminasi yang dialami siswa beragama tertentu di salah satu SMA di Jogja. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY menegaskan langsung mengkroscek kabar itu dengan sekolah-sekolah seantero DIY.

Kabar tersebut diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Dalam unggahan tersebut tertulis curhatan seseorang yang mengaku pelajar di salah satu SMA negeri di DIY, yang merasa tidak terfasilitasi dengan baik saat mata pelajaran agama.

Dalam curhatan tersebut tidak membeberkan nama sekolah dan pengirim curhatan itu. Namun di situ dijelaskan, siswa agama tertentu yang memanfaatkan perpustakaan dan kemudian ruang rapat/tamu, harus terusir saat ada tamu atau rapat guru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak-anak terpaksa harus belajar di luar ruangan atau halaman sekolah. Kemarin bahkan sempat diminta pindah mendadak saat jam pelajaran sedang berlangsung karena ruangannya mau dipakai rapat. Komunikasi dari pihak sekolah juga terasa kurang kondusif saat meminta pindah, jadi kesannya seperti diusir, padahal anak-anak hanya ingin belajar dengan tenang," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Senin (27/7).

ADVERTISEMENT

"Mohon perhatiannya dari pihak terkait atau dinas pendidikan, karena bagaimanapun semua siswa di sekolah negeri punya hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas ruang kelas yang nyaman dan layak tanpa memandang agamanya," sambungnya.

Dimintai konfirmasi mengenai kabar tersebut, Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Disdikpora DIY, Tukiman menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu narasi itu viral di media sosial.

"Dari semalam, kemarin sore, semalam, terus pagi tadi saya sudah koordinasi dengan Kepala Balai Dikmen Kabupaten/Kota se-DIY, kemudian dengan kepala sekolah se-DIY, khususnya Kepala Sekolah Kota ya," ujar Tukiman saat ditemui di Kantor Disdikpora DIY, hari ini.

"Dan itu sekolah semua menyatakan, semua sekolah itu sudah menyiapkan fasilitas ruangannya, itu sudah ada semua. Kami dari pagi tadi kroscek, saya minta laporannya satu per satu sudah melaporkan semua ada fasilitasnya untuk ruang pembelajaran agama baik Islam maupun non-Islam," sambungnya.

Tukiman menambahkan, kroscek dilakukan di seluruh SMA Negeri di DIY yang berjumlah 69 sekolah. Hal itu sesuai dengan informasi dari kabar yang beredar di media sosial tersebut.

"Nek saya yakin itu (kabar di media sosial) salah. Karena kita udah kroscek ke teman-teman kepala sekolah langsung, semua sudah terfasilitasi," tegas Tukiman.

Tukiman menyayangkan soal pihaknya yang mendengar kabar ini dari media sosial. Ia justru berharap siswa yang bersangkutan bisa melapor langsung ke pihaknya dengan memberikan keterangan lengkap.

"Ada hotline-nya untuk laporan. Online pun bisa lewat WA, email. Ya kita punya (kanal) untuk pengaduan itu ada ya. Iya kita rahasiakan, nggak akan kita buka. Itu kita bagian dari mekanisme check and balance lah untuk perbaikan sistem pelayanan," ujar Tukiman.

"Kalau ada laporan masyarakat langsung kita tindak lanjuti. Kepala sekolah terus kita panggil, kita kroscek, bener nggak laporan ini? Kalau benar ya harus diperbaiki pelayanannya. Nah, kalau salah laporannya ya nanti berarti perlu diluruskan yang melaporkan itu," pungkasnya.



(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads