Pemerintah Kota Jogja mengizinkan Jogja Last Friday Ride (JLFR) melintas di kawasan Malioboro Jogja. Polisi menyiapkan skema rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan JLFR pada setiap Jumat akhir bulan.
Kasat Lantas Polresta Jogja, AKP Alvian Hidayat, mengatakan berdasarkan hasil diskusi terakhir mengarah pada penggunaan lajur kanan atau sisi barat Jalan Malioboro bagi rombongan pesepeda. Sementara lajur kiri tetap difungsikan untuk jalur Trans Jogja agar layanan transportasi umum tidak terganggu.
"Rencana kalau kemarin diskusi terakhir itu yang kanan ataupun yang sisi barat. Karena yang sisi kiri itu kan digunakan untuk TJ (Trans Jogja). Karena Trans Jogja tetap masuk walaupun CFN (Car Free Night), jadi harapannya supaya TJ sebagai moda transportasi umum tetap beroperasi dengan maksimal," ujar Alvian saat dihubungi detikJogja, Senin (27/7/2026).
Selain mengatur lajur kendaraan, Alvian menyebut pihaknya juga akan membagi ruang di kawasan pedestrian Malioboro. Satu lajur disiapkan untuk pesepeda, sedangkan lajur lainnya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan wisatawan.
"Diupayakan tetap saling berbagi ruang. Satu lajur untuk para pesepeda, satu lajur lagi untuk pejalan kaki ataupun wisatawan yang berjalan kaki," ucapnya.
Ia mengatakan petugas juga akan ditempatkan di sejumlah titik untuk memastikan pengaturan tersebut berjalan sesuai rencana.
"Yang pasti kita penggelaran pasukan secara maksimal. Di simpul-simpul khususnya yang di seputaran Kleringan itu pasti akan kita pertebal supaya mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dan kenyamanan setiap pengguna jalan," tegasnya.
"Nah, dan itu nanti kita akan membersamai. Dari sektor pemerintah nanti akan membersamai, menyambut saudara-saudara kita nanti mungkin di sekitaran pintu masuk Malioboro," tuturnya.
Alvian mengatakan skema tersebut merupakan hasil pembahasan sementara bersama Pemkot Jogja. Meski demikian, pihaknya masih akan melakukan koordinasi lanjutan dengan Dinas Perhubungan untuk mematangkan teknis pelaksanaan.
"Nanti kita akan berembuk. Mungkin satu-dua hari ini berembuk dengan Pak Kadishub untuk gambaran terakhirnya. Tapi yang pasti kita sudah siap dan kita sudah berkoordinasi, kita siap berkolaborasi. Bahwasanya pemerintah juga membersamai teman-teman untuk melaksanakan JLFR ini dengan aman dan tertib, sehingga setiap pengguna jalan harapannya tidak ada yang terganggu," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti mengatakan tidak ada kebijakan dari pemda atau pun pemkot yang melarang aktivitas bersepeda dilakukan di kawasan Malioboro, termasuk JLFR. Menurutnya, semua pengguna jalan punya hak yang sama untuk memanfaatkan ruas jalan ikon Kota Jogja itu.
Erni menjelaskan, penegasan tersebut untuk menanggapi kekhawatiran publik serta isu yang beredar mengenai larangan penuh bersepeda di kawasan Malioboro. Isu tersebut berhembus usai adanya penertiban peserta JLFR di kawasan Jalan Malioboro pada Jumat (26/06) lalu.
Baca juga: Jogja Last Friday Ride Boleh Masuk Malioboro |
Diketahui, saat itu pembatasan aktivitas pesepeda diberlakukan demi menjaga kelancaran dan ketertiban lalu lintas pada masa libur sekolah.
(apu/ahr)